Follow detikFinance
Kamis 07 Oct 2010, 12:50 WIB

Pemerintah Sebar Surat Imbauan Hemat Energi ke Masyarakat

- detikFinance
Jakarta - Pemerintah akan mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan kepada seluruh elemen masyarakat untuk melakukan hemat energi pada tahun ini. Hal ini sesuai dengan amanat dalam Undang-Undang (UU) No.30\/2007 tentang Energi.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTK) Luluk Sumiarso seusai membuka National Workshop On Approriate Renewable Energy Technologies for Application By Rural Communities, di Hotel Akmani, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (7\/10\/2010).

\\\"Selama ini penggunaan energi belum efisien, surat itu semacam surat anjuran untuk lebih efisien terutama untuk sektor kegiatan di rumah tangga, komersial, transportasi, dan industri,\\\" ujar Luluk.

Melalui surat tersebut, lanjut dia, pemerintah akan memaparkan langkah-langkah hemat energi yang bisa dilakukan masyarakat.

\\\"Tentu harus disertai dengan cara-cara menghemat itu bagaimana. Misalnya, banyak hal-hal yang sederhana di rumah tangga seperti mematikan lampu kalau tidak dipakai, Mobil kalau tidak dipakai dimatikan mesinnya. Hal sederhana itu kalau dikalikan sekian, berapa penghematannya, cukup besar kan,\\\" jelasnya.

Luluk menjelaskan, penerbitan surat ini merupakan bentuk pendekatan persuasif agar bisa dilakukan penghematan energi melalui manajemen energi, Namun tidak tertutup kemungkinan ke depan akan ada law enforcement<\/em> (penegakan hukum) bagi mereka yang melanggar.

\\\"Kita mulai langkah persuasif sampai suatu saat nanti sampai waktu ada langkah-langkah yang law enforcement<\/em>,\\\" paparnya.

Saat ini, menurut Luluk, pemerintah juga tengah memperbaharui Rencana Induk Konservasi Energi Nasional (RIKEN).

\\\"Jadi langkah-langkah yang sudah diusulkan Pak Menteri (ESDM) kebijakan kan domainnya menteri, satu energi di demand side<\/em>, konservasi energi di sisi kebutuhan, di supply side itu energy diversification,\\\" tuturnya.

Nantinya, pemerintah juga akan menerbitkan RIDEN yang akan dimasukkan dalam PP kedua selain PP 70\/2009, yang juga akan segera rampung rancangannya.

\\\"Kalau RIKEN itu kebutuhan energi sektoral seperti rumah tangga, komersil, transportasi, dan industri, kalau RIDEN itu per cluster,\\\" tambah Luluk.

(epi/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed