Follow detikFinance
Jumat 20 Sep 2013, 10:26 WIB

Laporan dari Jenewa

Dubes Triyono Suarakan Kepentingan Negara-negara Berkembang

- detikFinance
Dubes Triyono Suarakan Kepentingan Negara-negara Berkembang
Jenewa - Karakteristik ekonomi global saat ini menggiring terbentuknya sistem produksi tak berbatas atau sering disebut Global Value Chains (GVCs), yang hanya akan memarginalkan negara berkembang.

Hal itu disampaikan Presiden TDB-UNCTAD Dubes Triyono Wibowo dalam kesempatan memimpin Diskusi Panel bertajuk Investment for Development: Global Value Chains and Development, pada sesi ke-60 TDB-UNCTAD di Jenewa, (18\/9\/2013).

Menurut Dubes, GVCs yang ditandai dengan fragmentasi proses produksi, pembagian kerja dan aktifitas yang menyebar, walaupun dapat menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan, namun bukan tanpa risiko.

“Jika tidak didukung dengan infrastruktur memadai dan kebijakan prudent, bukan tidak mungkin GVCs justru hanya akan menguntungkan perusahaan transnasional dan memarginalkan negara berkembang,\\\" tegas Dubes.

Dalam kaitan ini, Dubes menekankan perlunya perumusan kebijakan ekonomi dan pembangunan secara tepat.

\\\"Sesuai dengan kekhususan yang dimiliki masing-masing negara agar terhindar dari hubungan bersifat eksploitatif,\\\" tegas Dubes.

Sementara itu Menteri Perencanaan Nasional dan Pembangunan Ekonomi Myanmar Dr. Kan Zaw pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sebagai persiapan untuk ikut berpartisipasi secara optimal dalam GVCs, pemerintahnya kini sedang melakukan berbagai bentuk Perjanjian Investasi Bilateral dengan beberapa negara, serta pembenahan infrastrukturnya.

Sebelumnya Dr. Zaw juga memaparkan pengalaman negaranya dalam melakukan berbagai bentuk reformasi, termasuk reformasi politik, ekonomi, administrasi dan birokrasi.

Menteri Pembangunan dan Kerjasama Internasional Tunisia Lamine Doghri menyampaikan hal senada, di mana Tunisia, yang saat ini masih mengalami proses transisi, memerlukan bantuan teknis memadai agar upaya untuk menjadi bagian GVCs dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

Dari sisi pelaku usaha, Wakil Presiden Olam International Chris Brett menjelaskan mengenai pengalaman kelompok bisnisnya yang tersebar di 65 negara dalam menghasilkan 21 produk pertanian, termasuk penanganan isu-isu krusial seperti menghadapi kebijakan nasional suatu negara tentang batasan proporsi hak pengusahaan lahan ataupun isu Corporate Social Responsibility (CSR).

Brett menegaskan akses dan kemampuan teknologi merupakan kunci utama bagi sebuah negara untuk dapat terintegrasi secara optimal di dalam GVCs.

Sedangkan Prof. John Humphrey dari Institute Development Studies, Inggris, menegaskan optimalisasi GVCs dapat dicapai melalui proses spesialisasi dan spesifikasi produksi pada tingkat tertinggi.

Prof. Humphrey juga menambahkan bahwa GVCs tidak harus selalu berkarakter integrasi global, namun proses integrasi regional yang intensif dapat disebut sebagai salah satu bentuk GVCs.

Menurut Prof. Humphrey, GVCs memerlukan proses perubahan cara berpikir, di mana perdagangan tidak hanya dibatasi pada produksi barang tetapi juga pada pembagian kerja dan keterampilan.

Sesi ke-60 Trade and Development Board\/TDB ini berlangsung selama sebelas hari (16-27 September 2013) dipimpin oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa Dubes Triyono Wibowo, yang terpilih secara aklamasi menggantikan Wakil Tetap Kazakhstan, Dubes Mukhtar Tilebeurdi.

Agenda utama TDB-60 membahas perkembangan situasi perekonomian dan pembangunan terkini, bantuan teknik UNCTAD kepada rakyat Palestina, evaluasi kebijakan pembangunan di Afrika dan LDCs, serta sejumlah laporan intergovernmental machinery (badan antar pemerintah, red) di bawah TDB.

Sejumlah pejabat tinggi yang diundang diantaranya Menteri Pembangunan Tunisia, Menteri Perencanaan Nasional Myanmar, Sekjen ITU, Dirjen WIPO, Dirjen WTO, Direktur Eksekutif ITC serta sejumlah praktisi dan ekonom terkemuka.


(es/es)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed