Follow detikFinance
Rabu 27 Aug 2014, 11:45 WIB

Cerita Tiongkok yang Jadi 'Raksasa' Infrastruktur Kereta Api di Dunia

- detikFinance
Cerita Tiongkok yang Jadi Raksasa Infrastruktur Kereta Api di Dunia
Jakarta - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bercerita banyak soal kereta api di depan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan 7 walikota/bupati se-Jawa lainnya. Anas membandingkan perkembangan kereta api di Indonesia dengan Tiongkok yang sudah menjadi 'raksasa' infrastruktur kereta api.

"Kenapa kereta api di Tiongkok itu cepat? Karena tidak ada perlintasan sebidang di sana," kata Anas saat memulai cerita di Kereta Api Wisata Argo Anggrek, Rabu (27/08/2014).

Berbeda dengan Tiongkok, justru menurut Anas di sepanjang jalur rel kereta api yang ada di Indonesia banyak ditemui perlintasan sebidang. Ia memperkirakan walaupun ada jalur ganda kereta api Jakarta-Surabaya sepanjang 720 km, optimalisasi kecepatan kereta api tidak bisa dilakukan karena banyaknya perlintasan sebidang.

"Kereta yang melewati jalur ganda tidak akan cepat karena banyak perlintasan sebidang. Di Tiongkok dan Taiwan tidak ada (perlintasan sebidang) makanya keretanya cepat," katanya.

Anas juga mengatakan di Tiongkok double track sudah sepanjang 48.000 km dari total 103.144 km panjang rel yang ada di Negeri Tirai Bambu tersebut. Sedangkan moda kereta api di Tiongkok tahun 2013 mampu mengangkut 2.106 miliar penumpang dan 3.967 miliar ton barang. Pemerintah Tiongkok berkomitmen menggelontorkan dana sebesar US$ 105 miliar untuk memperpanjang rel menjadi 270.000 km.

Sementara itu, panjang rel KA Indonesia berada di urutan 25 dunia, masih di bawah negara-negara antara lain AS, Tiongkok, Rusia, India, Kanada, Jerman, Afrika Selatan, Jepang, Polandia, Kazakhstan, Iran, dan Republik Ceko.

(wij/hen)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed