Follow detikFinance
Selasa 11 Nov 2014, 15:07 WIB

Dana Pembebasan Lahan Cair, Bakrie Bangun Tol Cimanggis-Trans Yogie Tahun Depan

- detikFinance
Dana Pembebasan Lahan Cair, Bakrie Bangun Tol Cimanggis-Trans Yogie Tahun Depan ilustrasi
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melalui unit usahanya, PT Cimanggis-Cibitung Tollways, segera memulai pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung. Tol Cimanggis-Cibitung merupakan jaringan JORR II, total panjangnya 25,39 km dengan total investasi Rp 4,5 triliun (termasuk lahan).

Pembangunan konstruksi fisik tahap pertama pada seksi 1 mulai dari Cimanggis sampai dengan Trans Yogie (Cibubur), rencananya dimulai pada awal kuartal II-2015, setelah pembayaran ganti-rugi lahan pada daerah tersebut selesai seluruhnya dilakukan.

"Kita segera memulai pembangunan tahap pertama jalan tol Cimanggis-Cibitung seksi I dari simpang susun Cimanggis ke simpang Trans Yogie sepanjang 3,5 km. Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum sudah mencairkan dana pembebasan lahan, dan hari ini dibayarkan kepada warga Kota Depok sebesar Rp 16 miliar,” kata Direktur Utama PT Cimanggis-Cibitung Tollways, AD Erlangga, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/11/2014).

Kebutuhan dana ganti rugi untuk pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung mencapai Rp 1,1 triliun sepanjang 26 km, untuk lima seksi.

Lima seksi tersebut mulai dari seksi I dari Cimanggis-Trans Yogie sepanjang 3,5 km, Seksi II Trans Yogie-Cikeas, seksi III dari Cikeas-Narogong sepanjang 3,5 km, seksi IV dari Narogong-Setu sepanjang 8,8 km, dan seksi V dari Setu ke Cibitung sepanjang 7,6 km.

Erlangga mengatakan dengan pencairan dana pembebasan lahan tersebut, maka proses ganti rugi lahan milik warga yang terkena proyek ini bisa segera diselesaikan, dan pengerjaan konstruksi jalan tol seksi I Cimanggis-Trans Yogie bisa dimulai.

Dari jumlah Rp 1,1 triliun, Badan Layanan Umum-Badan Pengatur Jalan Tol (BLU-BPJT) sudah menyetujui alokasi dana sebesar Rp 453 miliar untuk
seksi I.

“Yang dibayarkan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum kepada warga yang lahannya terkena proyek pada hari Selasa tanggal 11 November ini, adalah tahap pertama, sebesar Rp 16 miliar,” kata Erlangga.

Pembayaran uang ganti rugi pembebasan lahan seksi I dilakukan menyusul telah ditandatanganinya perjanjian dana bergulir Badan Layanan Umum (BLU) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum beberapa waktu lalu.

Erlangga optimistis, Ditjen Binamarga Kementerian PU-Pera dapat segera menuntaskan proses ganti rugi tahap pertama ini tepat waktu. Ia mengakui, proses pembebasan lahan tersebut memang sempat mengalami keterlambatan, karena alotnya proses negosiasi.

“Di sisa waktu yang tinggal beberapa pekan lagi ini, sebisa mungkin ada percepatan pembayaran, sehingga dana tidak hangus dan ditarik kembali (oleh Kementerian Keuangan)," katanya.

Ia mengakui, selama ini pihaknya menunggu penyelesaian pembebasan lahan, untuk mengejar waktu pengerjaan konstruksi tol Cimanggis-Cibitung seksi I. Setelah dana BLU tersedia, justru masalah lain muncul yaitu lambannya penyelesaian pembebasan lahan.

Sementara itu, Ketua Tim Pembebasan Tanah Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Nunu Nugraha mengucapkan terima kasih kepada warga Depok, yang bersedia melepaskan lahannya untuk pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung.

“Hari ini dana ganti rugi kepada warga Harjamukti, Cimanggis-Depok mulai dibayarkan melalui bank. Total dana yang kita bayarkan mencapai Rp 16 miliar. Kita membutuhkan waktu tujuh bulan untuk bisa membayarkan dana ganti rugi lahan ini,” kata Nunu.

Ia berharap, pembayaran lahan milik warga yang terkena pembangunan jalan tol tersebut bisa selesai seluruhnya pada akhir tahun 2014.

Menurut dia, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berkomitmen mempercepat pembayaran dana ganti rugi. Anggaran yang dialokasikan oleh Badan Layanan Umum senilai Rp 453 miliar untuk seksi I jalan tol Cimanggis-Cibitung, semua akan dikucurkan hingga akhir tahun ini.

Anggaran untuk pembebasan lahan sudah berbeda, karena mengacu pada UU No 2/2012 tentang pembebasan lahan untuk kepentingan umum, yang berlaku mulai 1 Januari 2015.

“Dalam aturan tersebut dana ganti rugi pembebasan lahan sepenuhnya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ujar Nunu.

Pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung merupakan bagian dari proyek jaringan tol Jakarta Outer Ring Road II (JORR II) yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta hingga Pelabuhan Tanjung Priok, dimulai dari sisi barat di simpang susun Cimanggis, Jagorawi, dan berakhir di sisi timur, di simpang susun Cibitung. Jalan tol tersebut sangat strategis karena menghubungkan jalan tol Jagorawi dengan jalan tol Jakarta-Cikampek.

Diharapkan, dengan selesainya pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung, dan proyek Jakarta Outer Ring Road II, akan mampu mengurai kemacetan di di wilayah Jabodetabek karena tol tersebut membentang dari Tangerang-Bogor-Depok-Bekasi hingga DKI Jakarta.

PT Cimanggis-Cibitung Tollways merupakan salah satu unit usaha PT Bakrie & Brothers Tbk, dengan struktur kepemilikan saham sebesar 15% dimiliki PT Bakrie & Brothers Tbk, dan 85% dikendalikan oleh PT Bakrie Toll Indonesia.

(hen/hds)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed