Follow detikFinance
Jumat 26 Jun 2015, 17:30 WIB

Benih 'Ikan Ular' Sidat Bisa Laku Rp 60 Juta/Kg di Jepang

Wiji Nurhayat - detikFinance
Benih Ikan Ular Sidat Bisa Laku Rp 60 Juta/Kg di Jepang
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melarang keras ekspor benih ikan sidat (Anguilla spp). Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan No. 18/2009 tentang larangan ekspor benih sidat.

Nilai jual benih ikan sidat di luar negeri sangat menggiurkan. Harganya setiap kilogram bisa mencapai puluhan juta rupiah, sehingga banyak yang diselundupkan.

"Ada aturannya di tahun 2009," kata Instruktur Balai Diklat Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Banyuwangi Dian Tugu kepada detikFinance di sela-sela pameran perikanan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).

Menurut Dian, di dalam aturan tersebut dijelaskan benih sidat yang dimaksud adalah mulai dari ukuran yang paling kecil sampai dengan ukuran panjang 35 cm dan/atau berat sampai 100 gram per ekor dan/atau berdiameter 2,5 cm.

"Disebutnya glass eel (benih sidat)," tambahnya.

Adapun kriteria umum sidat yang boleh diekspor adalah dengan berat 10 ekor/kg. Ekspor ikan sidat lebih ditekankan ikan sidat harus dalam bentuk olahan.

"Hanya memang secara alami benih sidat tidak bisa dibudidayakan dan harus mengambil dari alam. Untuk mencegah kepunahan, diterbitkan Permen itu," tuturnya.

Meski hanya benih, ternyata permintaan pasar ekspor cukup besar dan menggiurkan. Di Jepang benih ikan sidat bisa dihargai Rp 60 juta/kg.

"Benih harga ekspornya Rp 60 juta/kg glass eel isinya 6.000 ekor. Sedangkan di pasar lokal itu sekitar Rp 3,5-4,5 juta/kg. Akhirnya kan orang memilih dijual keluar tetapi akhirnya menteri kelautan dan perikanan menerbitkan Permen itu mencegah kepunahan," katanya.

(wij/hen)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed