Follow detikFinance
Senin 04 Jan 2016, 14:18 WIB

Impor Kedelai Tahun Ini Bisa Berkurang 300.000 Ton

Michael Agustinus - detikFinance
Impor Kedelai Tahun Ini Bisa Berkurang 300.000 Ton
Jakarta - Pemerintah akan membuat aturan yang mewajibkan para importir kedelai untuk menyerap kedelai lokal hasil produksi petani di dalam negeri. Kebijakan bakal memangkas jumlah impor kedelai hingga 300.000 ton tahun ini.

"Kalau ada ketentuan wajib serap itu, produksi kedelai bisa naik, kita harapkan jadi 1,2 juta ton lah. Jadi impor bisa kita kurangi 300.000 ton," Ujar Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Hasil Sembiring saat ditemui di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (4/1/2016)

Wajib serap ini adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi importir agar dapat memperoleh izin impor kedelai. Jika tak membeli kedelai lokal, izin impor tidak akan diberikan.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa ketentuan wajib serap ini akan produksi kedelai lokal bergairah, sebab petani kedelai mendapat jaminan pasar. Dengan begitu, harga kedelai lokal bisa lebih menguntungkan petani karena meningkatnya permintaan.

‎Tetapi sayangnya, ketentuan wajib serap ini belum bisa dijalankan karena belum ada perintah tertulis dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian kepada Kementan untuk menyusun aturannya, meski telah diputuskan dalam rapat koordinasi lebih dari sepekan lalu.

"Belum ada surat tertulisnya, belum resmi berlaku," ungkap Hasil.

‎Karena itu, Hasil meminta Kemenko Perekonomian segera mengirimkan surat hasil keputusan rapat kepada Kementan agar aturan wajib serap untuk importir kedelai bisa segera dibuat dan diberlakukan.

Jika ketentuan wajib serap ini mandek dan tak jadi dijalankan, ‎pihaknya pesimis produksi kedelai nasional bisa beranjak. Pasalnya, penanaman kedelai masih belum memberikan keuntungan yang layak buat petani.

"Kalau kondisinya seperti sekarang agak berat. Harga kedelai kan tidak menarik, (produksi) bisa sama dengan tahun 2015 (983 ribu ton) saja sudah bagus," tutupnya.

Sebagai informasi, pemerintah menetapkan aturan baru bagi importir kedelai yang akan mengimpor di 2016. Importir wajib menyerap kedelai petani sebanyak yang diimpor. Aturan tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Importir wajib membeli kedelai petani sejumlah yang yang diimpor dari luar negeri. Proporsi yang ditetapkan yaitu 1:1 antara kedelai impor dengan kedelai yang dibeli. Pemerintah ingin kedelai petani lebih terserap pasar.

"Kedelai itu keputusannya produksi itu diperkirakan sedikit naik dari tahun ini, tapi kita ingin supaya hasil produksi petani itu dibeli oleh importir. Sehingga atas dasar serapan itu mereka kemudian bisa mengimpor. Jadi impornya harus dibarengi dengan membeli produksi petani," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution, Senin lalu.

Syarat para importir untuk bisa mengimpor kedelai ,lanjut Darmin, harus ada bukti serapan kedelai petani. "Dia beli berapa, boleh impor berapa. Satu banding satu aja kira—kira. Sebab impor dan produksi praktis 50% dan 50%," jelasnya.

(hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed