Follow detikFinance
Senin 05 Jun 2017, 08:37 WIB

Ingin Rasakan Mudik dengan Kereta Mewah? Ini Rutenya

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Ingin Rasakan Mudik dengan Kereta Mewah? Ini Rutenya Foto: Dok. PT Kereta Api Pariwisata (Indorailtour)
Jakarta - PT Kereta Api Wisata (Indorailtour) menyewakan kereta mewah untuk mudik lebaran. Para penumpang bisa menggunakan kereta tersebut untuk mudik ke berbagai rute.

Senior Manager PT Kereta Wisata (Indorailtour), Evi Sarifah, mengatakan ada berbagai rute yang dilalui oleh kereta wisata ini. Mulai dari Jakarta-Bandung, Jakarta-Yogyakarta, hingga Jakarta - Malang.

"Kereta ini sebenarnya mengikuti rute kereta reguler. Jadi bisa ke Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Purwokerto, Yogyakarta, Malang, hingga Banyuwangi," ungkap Evi kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Ingin Rasakan Mudik dengan Kereta Mewah? Ini RutenyaIngin Rasakan Mudik dengan Kereta Mewah? Ini Rutenya Foto: Dok. PT Kereta Api Pariwisata (Indorailtour)

Evi mengatakan, tarif sewa yang diberikan sendiri mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 40 juta dalam sekali perjalanan. Untuk jarak dekat seperti dari Jakarta menuju Bandung atau Cirebon tarifnya berkisar Rp 20 jutaan.

Sedangkan untuk jarak menengah seperti perjalanan menuju wilayah Jawa tengah dipatok dengan harga sekita Rp 35 juta - Rp 36 juta. Untuk jarak jauh, dari Jakarta ke Jawa Timur mencapai Rp 40 juta.

"Jarak menengah itu Jawa Tengah, seperti ke Semarang, Purwokerto, Solo, Yogyakarta. Kalau jarak jauh ke Banyuwangi, Malang, Surabaya," terangnya.

Ingin Rasakan Mudik dengan Kereta Mewah? Ini RutenyaIngin Rasakan Mudik dengan Kereta Mewah? Ini Rutenya Foto: Dok. PT Kereta Api Pariwisata (Indorailtour)

Selain dari Jakarta, kereta wisata juga dapat dipesan di kota-kota yang dilalui rute kereta reguler yang ada di pulau Jawa. Misalnya, dari Bandung menuju Jakarta, atau juga Yogyakarta menuju Jakarta.

"Jadi dari Gambir, Bandung, dan Kota-kota setempat lainnya yang ada keretanya bisa dipesan. Jadi misalnya dia dari Malang ke Bandung atau ke Jakarta bisa. Karena ini mengikuti kereta reguler. Dirangkainya dengan kereta eksekutif," terangnya. (hns/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed