Follow detikFinance
Rabu 23 Aug 2017, 17:33 WIB

Pengusaha Asing Keluhkan Izin Kerja Tenaga Ahli Cepat Kedaluwarsa

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Pengusaha Asing Keluhkan Izin Kerja Tenaga Ahli Cepat Kedaluwarsa Ilustrasi Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pihak asing mengeluhkan singkatnya work permit (izin kerja) bagi tenaga ahli asing di Indonesia. Hal ini dianggap sebagai salah satu penghambat berkembangnya bisnis di tanah air.

Hal ini dikatakan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzan Malik usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017).

"Salah satunya adalah work permits karena salah satu keluhan dari para pengusaha atau perusahaan asing adalah sistem work permits masih sulit, periode untuk work permits masih masih pendek," kata Malik.

"Jadi selalu ada birokrasi untuk memperbaharui work permits-nya. Ini menjadi hambatan untuk bisnis di Indonesia karena untuk setiap pekerja asing, mungkin ada 10, mungkin ada 100 pekerja Indonesia. Dan Indonesia perlu keahlian dari luar negeri, inovasi dari luar negeri. Jadi saya rasa ini isu yang saya harap bisa dimajukan. I think ada kemajuan, tapi harus lebih bisa ditingkatkan," sambungnya.

Malik mengakui izin kerja bagi tenaga ahli di Indonesia terlalu pendek yaitu hanya sekitar 6 bulan. Dengan jangka waktu tersebut, maka tenaga ahli asing hanya akan menghabiskan waktunya dan uang untuk selalu memperbaharui izin kerja di Indonesia.

"Dan ini hanya mengganggu keahlian yang sebenarnya yang diperlukan oleh perekonomian Indonesia. Jadi saya rasa ini salah satu hambatan yang perlu diatasi. Sudah ada beberapa langkah kemajuan tapi saya kira perlu online system dan perlu ada memperpanjang perizinan kerja," ujarnya.

Menurutnya, izin kerja tenaga ahli yang ideal disesuaikan dengan kontrak kerja selama berapa di Indonesia. Hal itu, menurut Malik dianggap logis ketimbang waktu 6 bulan.

"Lebih mudah kalau ada work permits yang disesuaikan dengan kontrak kan? Itu menurut dari segi saya itu logis ya," kata Malik. (tfq/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed