Follow detikFinance
Kamis 14 Sep 2017, 16:17 WIB

Sri Mulyani: Banyak Instansi Senang Minta Uang Tapi Tak Banyak Dipakai

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani: Banyak Instansi Senang Minta Uang Tapi Tak Banyak Dipakai Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pejabat negara di kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk tidak mengulangi kebiasaan terkait dengan mengalokasikan anggaran yang lebih tinggi dari yang dibutuhkan.

Hal itu, kata Sri Mulyani, menjadi salah satu laporan keuangan usai diaudit tidak mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Sri Mulyani, raihan opini WTP pada laporan keuangan pemerintah butuh perjuangan keras. Apalagi, raihan WTP baru pertama kali diraih sejak 2004 dimulainya pembukuan keuangan.

"Tentu kalau sudah WTP harus menjelaskan ke masyarakat, yaitu mengenai pengelolaan keuangan, namun dia tidak gambarkan aspek efisiensi dan korupsi, oleh karena itu kita harus tetap waspada walaupun kita WTP, pimpinan daerah dan K/L harus lihat detail keuangannya dari efisiensi," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Waspada yang dilakukan, lanjut Sri Mulyani, terkait dengan alokasi anggaran yang disusun.

"Kalau suatu pekerjaan bisa menggunakan dana sebesar 100 maka jangan dianggarkan 150, banyak sekali pemerintah pusat dan daerah anggarannya dibuat lebih tinggi, ada yang lebih sedikit ada yang banyak, rasanya pemerintahan harus mampu belajar, dan punya pegangan aspek efisiensi," ungkap dia.

Aspek efisiensi, kata Sri Mulyani ditujukan agar jangan menggangu jalannya suatu program yang telah ditetapkan dalam APBN maupun APBD.

"Jangan sampai ajukan program dan diberikan dana baru memikirkan siapa yang menjalankan, ini masalah leadership, saya mohon banyak sekali biasanya pemda, K/L seneng minta uang banyak namun dia apalagi mintanya di APBN-P, dipakainya tidak akan banyak, dan kalau efisiensi penyerapan tidak bagus maka berhubungan dengan APBN menjadi beban belanja, kalau bisa kurangi beban maka sebetulnya defisit APBN bisa dikurangi," tukas dia. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed