Follow detikFinance
Kamis 23 Nov 2017, 10:56 WIB

Toko Tani Bisa Memperlancar Distribusi Pangan di Perkotaan

Usman Hadi - detikFinance
Toko Tani Bisa Memperlancar Distribusi Pangan di Perkotaan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi (Jaket Coklat)/Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Program distribusi pangan, khususnya beras, lewat Toko Tani Indonesia (TTI) bisa menjaga pasokan dengan harga terjangkau. Selain itu, Toko Tani juga memperlancar distribusi pangan di perkotaan.

"Perlu saya jelaskan, Toko Acar ini adalah salah satu tokoh tani yang ada di tengah kota. Fungsinya untuk memperlancar distribusi pangan," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi saat melakukan kunjungan ke TTI 'Toko Acar' di Jalan Hayam Wuruk No 98, Yogyakarta, Rabu (23/11/2017).

Agung melakukan kunjungan ini untuk mengecek langsung kondisi TTI di daerah. Agung menerangkan, keberadaan TTI ini lebih difokuskan di sejumlah beberapa kota besar di Indonesia.

Paling tidak sampai saat ini, kata Agung, sudah ada sekitar 2.500 TTI di seluruh tanah air. Produk yang dijual di tiap TTI salah satunya adalah beras berlabel TTI. Beras ini berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang berada di tiap daerah.

"Untuk beras berlabel TTI di Toko Acar ini kualitas medium, karena ini untuk masyarakat luas. Tetapi kualitas beras TTI terjamin, karena berasnya tidak pernah masuk gudang. Setelah diolah di gapoktan langsung dibawa ke TTI," paparnya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung HendriadiKepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi Foto: Usman Hadi/detikcom

TTI 'Toko Acar' Yogya selain menjual beras TTI kualitas medium juga menjual beras kualitas premium. Namun saat dicek oleh Agung, ternyata masih ada produk beras premium yang dijual di Toko Acar Yogya tidak berlabel.

"Yang jelas Pak Benjamin (pemilik Toko Acar) sudah mengikuti HET Rp 12.800 untuk beras premium. Tetapi (ketentuan) label yang kurang dipenuhi, padahal harus ada label kualitas," ungkapnya.

Sementara pemilik TTI 'Toko Acar', Benjamin menjelaskan, beras TTI yang pihaknya jual berasal dari sejumlah gapoktan di DIY. Tetapi karena sedang memasuki musim penghujan penjualannya sedikit menurun.

"Kalau musim penghujan begini sehari rata-rata (jual beras) 5 kwintal," pungkas dia. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed