Follow detikFinance
Kamis 30 Nov 2017, 22:20 WIB

Robert Pakpahan Dirjen Pajak, Ini Kata DPR dan Pengusaha

Fadhly Fauzi Rachman, Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Robert Pakpahan Dirjen Pajak, Ini Kata DPR dan Pengusaha Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik Robert Pakhpahan sebagai Direktur Jenderal Pajak, Kamis (30/11/2017). Robert menggantikan Ken Dwijugiasteadi yang habis masa jabatan karena pensiun.

Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengatakan Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak yang baru sangat baik. Dia menyebut Robert memiliki loyalitas yang baik karena telah membina karir dari bawah di Kementerian Keuangan.

"Beliau punya kompetensi untuk di posisi itu, banyak posisi yang beliau sudah jabat, dia memiliki loyalitas yang baik," kata Misbakhun usai acara pelantikan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Menurutnya, Robert adalah sosok yang tepat ditempatkan di DJP karena latar belakangnya memang perpajakan.

"Pak Robert orangnya lembut, tapi juga bisa tegas. Beliau tahu kapan harus tegas dan kapan harus soft," jelas dia.

Menurutnya, agenda reformasi perpajakan bukanlah hal yang baru, karena sejak awal Robert ada di tim reformasi pajak.

"Salah satunya memperpendek shortfall 78% itu di 30 November 2017 ini menurut saya 90% progress pajak bisa dicapai," jelas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita, menilai Robert merupakan orang yang tepat untuk menjadi Dirjen Pajak.

"Tanggapan pengusaha positif karena Dirjen ini pengalamannya lama dan orangnya cool senyum dan dekat. Pengusaha merasa ini figur yang cocok dan tidak menakuti pengusaha. Mudah mudahan Dirjen ini lebih memperhatikan ekstensifikasi yaitu pengusaha yang belum jadi wajib pajak. Jadi negara ini ditopang ramai-ramai bukan pengusaha yang itu itu saja, dia lagi, dia lagi," kata Suryadi di lokasi yang sama

Dia berharap, Robert dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dalam menjaring pajak. Terutama dalam menjalankan sistem perpajakan.

"Sistem harus jalan, untuk menjaring pengusaha yang belum bayar pajak. Dengan sistem tidak bisa dengan manual. IT yang baru itu kalau bisa 6 bulan selesai sebelum AEoI," pungkas Suryadi. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed