Follow detikFinance
Kamis 07 Dec 2017, 10:04 WIB

Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Harga Emas Menguat

Zulfi Suhendra - detikFinance
Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Harga Emas Menguat Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
Jakarta - Harga emas dunia menguat dipicu salah satunya oleh keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Harga emas naik pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, rebound dari harga terendah dalam 4 bulan terakhir. Analis menyebut pemicunya karena ada kekhawatiran geopolitik.

Emas untuk kontrak Februari dilansir Marketwatch, Kamis (7/12/2017), naik US$ 1,2 persen per ounce atau kurang dari 0,2% untuk menetap di harga US$ 1.266,1 per ounce. Sehari sebelumnya, harga emas turun 1% ke level terendah dalam 4 bulan.


"Emas lompat dari level terendah bulan Oktober berkat dolar yang melemah dan risiko geopolitik (AS, TImur Tengah dan Brexit)," ujar Analis Pasar dari Accendo.

Ada beberapa perhatian yang menyebabkan emas naik. Di antaranya mengenai potensi tutupnya pemerintahan Amerika Serikat sebagian dan keputusan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan menjadi kekhawatiran Timur Tengah.

Selain itu, investor juga masih menaruh perhatian pada perkembangan dialog Brexit setelah pejabat Inggris dan Uni Eropa pada Senin kemarin gagal mencapai kesepakatan untuk berdialog pada tahap selanjutnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mengakui Ibu Kota Israel adalah Yerusalem. Pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem segera dilakukan.

"Inilah saatnya mengakui secara resmi Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," kata Donald Trump dalam pernyataan resminya yang dilansir CNN, Kamis (7/12/2017).

[Gambas:Video 20detik] (zlf/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed