Follow detikFinance
Senin 22 Oct 2012, 12:43 WIB

Ini Alasan Truk Besar Bakal Dilarang Lewat Pantura

- detikFinance
Ini Alasan Truk Besar Bakal Dilarang Lewat Pantura
Jakarta - Pemerintah sedang mengkaji aturan larangan truk-truk besar untuk melewati jalur darat pantai utara (Pantura) Pulau Jawa. Apa alasan pemerintah melarang truk lewat Pantura?

Kepala Divisi Humas dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Edib Muslim mengatakan, hal ini bertujuan untuk menghidupkan moda transportasi laut dan mewujudkan daya saing transportasi laut termasuk pendukungnya.

\\\"Tujuannya, untuk mobilitas logistik yang berdaya saing,\\\" ungkap Edib saat kepada detikFinance<\/strong>, Senin (22\/10\/12).

Ia mengatakan, saat ini mobilitas truk-truk besar banyak menggunakan jalur darat, khususnya pantura. Padahal, biaya logistik untuk bahan bakar bisa ditekan apabila kendaraan-kendaraan ini menggunakan transportasi laut.

\\\"Penggunaan BBM di darat itu kan lebih besar. Apalagi kalau pakai BBM bersubsidi. Kalau di laut kan tidak terbatas,\\\" katanya.

Menurutnya risiko penambahan biaya akibat kerusakan jalan juga menjadi pertimbangan aturan ini. Angkutan truk dengan beban yang berat akan mempercepat proses kerusakan jalan.

\\\"Banyak truk yang overload lewat jalan darat, jalannya menjadi rusak. Kalau buat jalan baru kan perlu pembebasan tanah, kalau laut kan nggak perlu,\\\" tegasnya.

Selain itu, ia juga menambahkan, dengan dialihkannya prioritas angkutan ke jalur laut maka otomatis bisa menghidupkan perekonomian wilayah pesisir laut. Misalnya Pelabuhan-pelabuhan kecil pun bisa diberdayakan kembali.

\\\"Akan tercipta lapangan kerja-lapangan kerja baru. Dampak kecilnya warung-warung tumbuh untuk supir truk yang menunggu di pelabuhan. Dampak besarnya akan tembus dinamika ekonomi,\\\" paparnya.

\\\"Pelabuhan-pelabuhan yang saat ini cuma kedatangan 1-2 kapal, nanti jadi banyak. (Contohnya) Tegal sudah ada, Lamongan sudah ada, itu belum didayagunakan,\\\" imbuhnya.

Dengan demikian, pemerintah dengan pemangku kepentingan yang lain perlu mempersiapkan dengan matang kesiapan infrastruktur pendukungnya. Ia mengatakan, akan perlu dilakukan penambahan kapal-kapal laut.

\\\"Perlu penambahan kapal lagi, kita ada 3 instrumen (dalam hal pembiayaan), pemerintah, Public Private Partnership, dan BUMN,\\\" jelasnya.

Ia menambahkan bercermin dari apa yang terjadi pada Hari Raya Lebaran yang lalu, aturan ini pun ditujukan untuk menekan tingkat kecelakaan di darat. \\\"Lebaran kemarin 900 orang meninggal dunia di darat, itu baru 2 minggu. Bagaimana kalau setahun?. Kalau di laut kan nggak ada,\\\" tutupnya.

(zul/hen)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed