Follow detikFinance
Sabtu 09 Jan 2016, 18:48 WIB

Pemerintah Jamin Produksi Beras Tak Akan Terganggu La Nina

Michael Agustinus - detikFinance
Pemerintah Jamin Produksi Beras Tak Akan Terganggu La Nina
Jakarta -

Setelah diserang oleh el nino pada 2015 lalu, la nina diperkirakan akan menyerang Indonesia di bulan Oktober mendatang. Berkebalikan dari el nino, la nina bakal membuat musim hujan lebih panjang.‎

La nina yang disebabkan oleh turunnya suhu permukaan laut membawa iklim basah, sehingga membuat curah hujan tinggi yang bisa memicu banjir.

Meski ada ancaman la nina, Kementerian Pertanian (Kementan) tetap optimis produksi beras di dalam negeri tidak akan terganggu. Kementan telah menyiapkan sejumlah strategi agar produksi beras nasional tetap bisa memenuhi kebutuhan 250 juta rakyat Indonesia.

Pertama, Kementan akan lebih menggenjot penanaman padi gogo jika ada anomali iklim akibat la nina. Sebab, padi gogo tahan terhadap banjir. Produksi dari sawah tadah hujan juga akan digenjot.

"Kalau la nina berarti iklimnya basah, produksi padi gogo kita bisa naik. ‎Produksi dari sawah tadah hujan juga bisa naik," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Hasil Sembiring, saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Sabtu (9/1/2016).

Hasil menambahkan, pihaknya juga telah memiliki berbagai varietas padi yang tahan banjir. Varietas-varietas padi ini akan diandalkan untuk menghadapi la nina. ‎"‎Kita bisa menyiapkan juga varietas-varietas padi yang tahan banjir, misalnya Inpari 30, Inpara 1 sampai 5," tuturnya.

La nina yang diperkirakan tiba di Indonesia pada bulan Oktober juga dapat dimanfaatkan untuk penanaman di lahan sawah yang baru dicetak pada 2016 ini. Seperti diketahui, Kementan telah menganggarkan dana Rp 6 triliun untuk pencetakan 200.000 hektar sawah baru.

"Pencetakan sawah kita yang 200.000 hektar itu kan selesai kira-kira Oktober, malah bisa langsung tanam (di lahan sawah yang baru dicetak)," tukas Hasil.

Dengan langkah-langkah yang telah dipersiapkan ini, Hasil yakin produksi beras nasional tidak akan merosot drastis ‎akibat serangan la nina. "Jadi mudah-mudahan produksi kita cukup (meski ada la nina)," pungkasnya.

(hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed