Follow detikFinance
Jumat 29 Jan 2016, 21:06 WIB

Ini Alasan Mentan Tahan Impor Jagung Meski Rugikan Peternak

Muhammad Idris - detikFinance
Ini Alasan Mentan Tahan Impor Jagung Meski Rugikan Peternak Foto: Reuters
Jakarta - Buntut ditahannya jagung impor di tengah kelangkaan pasokan lokal, membuat harga jagung melambung hingga Rp 7.000/kg, dari harga normal jagung lokal yang berada di kisaran Rp 3.000/kg. Hal ini ikut memicu kenaikan harga ayam dan telur di awal tahun.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengungkapkan, alasan mendasar menahan jagung impor, karena petani jagung saat ini lebih mendesak butuh pertolongan. Kemudian, baru peternak.

"Kami sayang peternak juga. Tapi kita punya skala prioritas, kami dahulukan yang masuk ICU (Intensive Care Unit) dulu, yang lagi diinfus. Masa orang yang masuk ICU dan yang lagi main sepak bola disamakan perhatiannya," jelasnya ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Amran melanjutkan, pihaknya meminta peternak ayam bersabar, karena solusi untuk masalah tersebut akan diselesaikan pekan depan.

"Minggu depan panen, kemudian Maret juga panen. Ini agar harga tidak jatuh di Rp 1.500/kg lagi, jangan pikir sesaat. Kedua kami sayang peternak, sudah kami siapkan solusinya minggu depan," ujarnya.

Selain panen dari jagung lokal, pihaknya juga sudah meminta Bulog segera mendatangkan jagung yang diimpor dari Thailand dan Malaysia. Jagung impor tersebut akan datang awal Februari.

"Bulog yang pegang jagung. Februari datang 600.000 ton, jangan bawa-bawa peternak, dan ini merupakan keputusan Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas)," tutup Amran. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed