Follow detikFinance
Rabu 06 Apr 2016, 18:30 WIB

Bayar Pajak sampai Setor Pajak, Bisa Pakai Aplikasi OnlinePajak

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Bayar Pajak sampai Setor Pajak, Bisa Pakai Aplikasi OnlinePajak Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) bersama OnlinePajak, aplikasi pajak berbasis online buatan Prancis melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pembayaran pajak melalui aplikasi OnlinePajak. Aplikasi OnlinePajak ini merupakan kerja sama Prancis dengan BNI.

Melalui aplikasi ini, 300.000 nasabah BNI dapat melakukan hitung, setor, dan lapor pajak online (e-filing) di aplikasi OnlinePajak. Sementara itu, 160.000 pengguna aplikasi OnlinePajak juga dapat membayar pajak dengan menggunakan akun BNI hanya dengan satu klik.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan oleh pendiri dan Direktur OnlinePajak, Charles Guinot dengan General Manager Transactional Banking Services BNI, Welan Palilingan di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Rabu (6/4/2017).

Penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh Menteri Urusan Perdagangan Luar Negeri Perancis Matthias Fekl, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara, Direktur Perencanaan & Operasional BNI Perbankan BNI Bob T. Ananta, Direktur Regulasi II Direktorat Jenderal Pajak (DJP) John Hutagaol, Duta Besar Indonesia untuk Perancis Hotmangaraja Pandjaitan, dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Corinne Breuze.

"Saya merasa senang dengan kerja sama ini. BNI adalah bank milik negara pertama dan salah satu bank terbesar di Indonesia yang mengembangkan layanan pembayaran pajak secara online. Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, kami dapat meningkatkan penerimaan pajak secara bersama," ungkap Charles Guinot, Pendiri dan Direktur OnlinePajak dalam kata sambutannya.

Ia juga menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 700 miliar melalui aplikasi OnlinePajak di akhir tahun ini.

Direktur Perencanaan & Operasional BNI Perbankan BNI, Bob T. Ananta mengungkapkan, kerja sama ini membuktikan bahwa BNI serius dalam membantu Pemerintah dalam mengamankan pertumbuhan penerimaan pajak yang signifikan. Penerimaan pajak tersebut bisa memutar roda pembangunan lebih cepat.

"Kami optimis, dengan kemudahan yang kami tawarkan kepada para pembayar pajak dengan volume besar dan mengutamakan efisiensi tinggi, akan mengalihkan pembayaran pajaknya ke BNI. Seiring dengan layanan BNI yang terus berkembang ke arah paperless dan digital," ujarnya.

Aplikasi OnlinePajak Mampu Tingkatkan Kepatuhan Pajak

Dengan adanya aplikasi OnlinePajak, diharapkan kepatuhan pajak di Indonesia bisa meningkat. Hal ini dikarenakan aplikasi ini mempermudah wajib pajak dalam melaporkan pajaknya.

"Ketika kami membangun aplikasi OnlinePajak, kami tahu kepatuhan pajak merupakan masalah di Indonesia," ungkap Pendiri dan Direktur OnlinePajak, Charles Guinot.

Charles Guinot awalnya mengembangkan aplikasi OnlinePajak sekitar 1,5 tahun yang lalu untuk menyelesaikan masalah administrasi perusahaan, terutama untuk hitung, setor dan lapor pajak online (e-filing) dalam satu aplikasi terpadu. Sampai saat ini, OnlinePajak telah memiliki 160.000 pengguna.

"Kami membangun aplikasi pajak yang lengkap, untuk wajib pajak badan dan orang pribadi secara gratis," ungkap Charles.

Pihaknya mengaku bahwa pengembangan aplikasi OnlinePajak saat ini sudah cukup lengkap dengan hadirnya berbagai fitur yang dapat mempermudah pelaporan pajak.

"Tentu saja kami tetap perusahaan swasta yang membutuhkan pendapatan. Karena itu kami membuat fitur-fitur tambahan seperti slip gaji elektronik, profil dan katalog komersial perusahaan, iklan tertarget," tambah Charles. (feb/feb)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed