Follow detikFinance
Kamis 15 Dec 2011, 16:04 WIB

Ini Dia 4 Kekeliruan Pemahaman Bidang Energi

- detikFinance
Ini Dia 4 Kekeliruan Pemahaman Bidang Energi
Jakarta - Persepsi masyarakat umum terhadap kekayaan sumber daya energi Indonesia masih banyak keliru. Kekeliruan ini diantaranya soal anggapan berlimpahnya cadangan minyak Indonesia.

Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengatakan setidaknya ada empat kekeliruan persepsi dan kebijakan bidang energi. Kekeliruan pertama yakni, banyak orang beranggapan Indonesia adalah negara yang kaya minyak, padahal kenyataannya sebaliknya.

\\\"Indonesia memproduksi minyak sebesar 345 juta barel, mengekspor minyak mentah 130 juta barel, mengimpor minyak mentah sebesar 103 juta barel dan BBM sebesar 124 juta barel pada 2010 dan konsumsinya sebanyak 423 juta barel,\\\" ungkapnya, Kamis (15\/12\/11).

Artinya, kata Wodjajono, terdapat defisit sebesar 97 juta barel per tahun. \\\"Apa itu menggambarkan kita negara kaya minyak?, Indonesia itu kaya akan batu bara, gas, coal bed methane (CBM), panas bumi, air, bahan bakar nabati dan banyak lagi, tapi pemanfaatannya sebagai sumber energi masih kecil sekali,\\\" Imbuhnya.

Kedua adalah soal harga bahan bakar minyak harus murah sekali. Pandangan ini tanpa berpikir hal lain seperti terkurasnya dana Pemerintah hanya untuk subsidi harga BBM

\\\"Harga BBM yang sangat murah ini membuat kita ketergantungan kepada BBM yang terus berkelanjutan serta kepada impor minyak. Padahal BBM yang makin lama makin besar serta semakin sulitnya energi lain berkembang,\\\" katanya.

Ketiga, Indonesia terlalu bersikap bersahabat dengan investor, padahal dengan potensi yang dimiliki investor akan datang sendiri. \\\"Kita tidak perlu terlalu bersahabat, mereka akan datang sendiri, dan ini akan memberikan iklim investasi yang baik,\\\" katanya lagi.

Terakhir, peningkatan kemampuan nasional akan terjadi dengan sendirinya tanpa keberpihakan pemerintah. Ia mengingatkan, cadangan minyak nasional saat ini tinggal 3,7 miliar barel. Sehingga jika tidak ada kebijakan penghematan energi yang ketat dan tepat, bisa menjadi ancaman bagi negeri ini.

(hen/hen)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed