Follow detikFinance
Jumat 20 Jan 2012, 08:26 WIB

Pertamina Akui Bisa 'Keok' lawan SPBU Asing

- detikFinance
Pertamina Akui Bisa Keok lawan SPBU Asing
Jakarta - PT Pertamina (persero) mengakui akan \\\'keok\\\' atau kalah bersaing jika harus bersaing melawan kompetitor SPBU Asing dalam menjual BBM non-subsidi khususnya di dalam kota.

\\\"Kalau sama-sama jual pertamax di dalam kota, kami (Pertamina) pasti kalah. Karena pasokan pertamax kami hanya berasal dari kilang Balongan, sementara kilang lainnya memproduksi premium,\\\" kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo, Jumat (20\/1\/2012).

Jika dipaksakan kilang lain memproduksi pertamax, harganya akan jauh lebih mahal. Kilang Pertamina baru benar-benar siap memroduksi pertamax secara massal 2 tahun lagi.

\\\"Karena kilang-kilang pertamina ini rata-rata sudah tua, jadi perlu ada revamping<\/em>, dan baru mulai agak siap pada 2014,\\\" ungkapnya.

Apalagi dari data dilapangan, harga pertamax milik Pertamina rerata jauh lebih mahal dibandingkan harga pertamax di SPBU Shell, Petronas, Total dan SPBU Asing lainnya.

\\\"Namun kalau dari segi impor pertamax, Pertamina masih bisa bersaing dengan dapat pasokan sebanyak 1,5 juta kl,\\\" ujar Djaelani.

Karenanya, lanjut Djaelani, untuk bisa bersaing dari sisi impor, pemerintah harus memberikan proteksi ke pada Pertamina.

\\\"Kita di Malaysia saja tidak diizinkan membangun SPBU kalau tidak bangun kilang minyak disana, kenapa SPBU Petronas disini dibolehkan tanpa harus repot bangun kilang. Itu salah satu yang kami harapkan dari pemerintah,\\\" tukas Djaelani.

Sementara Ketua Umum Himpunan Pengusaha Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi, Eri Purnomosidi mengatakan, saat ini saja, SPBU-SPBU Pertamina \\\'ngos-ngosan\\\' jual Pertamax dan total penjualannya sangat kecil.

\\\"Pertamax market<\/em>-nya adalah kalangan kelas atas,\\\" ujar Eri.

Menurut Eri, SPBU-SPBU asing saat ini terus gencar berekspansi di Indonesia karena melihat adanya peluang jika program pembatasan BBM diberlakukan.

\\\"Indonesia punya pasar yang sangat besar, yakni pasar premium. Nah, saat ini mereka sangat menunggu pembatasan BBM, jika itu terjadi, peluang besar bagi SPBU Asing tersebut,\\\" tandas Eri.

(qom/qom)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed