Follow detikFinance
Selasa 04 Sep 2012, 18:50 WIB

Harga BBM Tak Mungkin Naik Tahun Ini, Kecuali Minyak Meroket

- detikFinance
Harga BBM Tak Mungkin Naik Tahun Ini, Kecuali Minyak Meroket Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Kenaikan harga BBM bersubsidi tahun ini tidak bakal terjadi karena harga minyak dunia masih landai. Pemerintah tak berdaya untuk menahan laju subsidi yang tinggi.

Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4\/9\/2012).

\\\"Tidak akan mungkin (naik harga BBM subsidi). Kalau pun bisa (naik), itu harga minyak dunia harus tinggi sekali. Saat ini dalam beberapa bulan harga minyak dunia justru turun,\\\" ucap Rudi.

Dikatakan Rudi, harga minyak saat ini cenderung turun karena kondisi perekonomian seperti di China dan India mengalami perlambatan dan kondisi Eropa yang juga masih terhantam krisis utang.

\\\"Harga energi dunia saat ini mengalami penurunan seperti batubara, minyak dan lainnya. Karena permintaan energi menurun seiring melambatnya perekonomian China dan India, serta Eropa,\\\" jelasnya.

Kata Rudi, pemerintah bisa menaikkan harga BBM subsidi apabila harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price\/ICP) dalam 6 bulan bisa mencapai US$ 120,7 per barel.

\\\"Tetapi untuk bisa membuat harga minyak beruntung dalam enam bulan menjadi rata-rata ICP US$ 136 per barel tidak mungkin, kecuali kondisi darurat seperti terjadinya perang,\\\" ucap Rudi.

Saat ini, ICP Agustus 2012 mencapai US$ 111 per barel, sedangkan ICP Juli 2012 mencapai US$ 108 per barel. Ini membuat rata-rata ICP 6 bulan hanya US$ 113 per barel.

\\\"Dengan begitu membuat pemerintah tidak akan bisa menaikan harga BBM subsidi sesuai yang disyaratkan dalam APBN-P 2012,\\\" tandasnya.

Seperti diketahui, rapat Paripurna DPR April lalu membatalkan kenaikan harga BBM subsidi yang rencananya dilakukan 1 April 2012. DPR memutuskan penambahan pasal 7 ayat 6 huruf a dalam UU APBN-P 2012 yang membolehkan pemerintah menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi.

Telah diputuskan Pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 yang isinya adalah:
\\\"Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price\/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15 persen dalam 6 bulan terakhir dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung.\\\"<\/em>

Dalam UU APBN-P 2012, DPR dan pemerintah memutuskan asumsi harga minyak (Indonesia Crude Price\/ICP) baru sebesar US$ 105 per barel dari sebelumnya US$ 90 per barel. Jadi apabila harga minyak 6 bulan terakhir rata-ratanya mengalami kenaikan atau penurunan 15%, pemerintah bisa menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi.

(rrd/dnl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed