Follow detikFinance
Sabtu 15 Dec 2012, 14:02 WIB

Ada Sumur Minyak Ilegal, Pejabat 'New BP Migas': Kami Prihatin

- detikFinance
Ada Sumur Minyak Ilegal, Pejabat New BP Migas: Kami Prihatin Foto: Khairul-detikFinance
Jakarta - Selain pencurian minyak mentah lewat pipa, kegiatan pengeboran minyak ilegal juga terjadi di Indonesia. Kemarin, sebuah sumur minyak ilegal terbakar di Langkat, Sumatera Utara. Apa kata pemerintah?

Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKSP Migas\/dulu BP Migas) Gde Pradyana menyatakan, pihaknya prihatin terkait kegiatan ilegal di sektor hulu migas tersebut.

\\\"Kami sangat prihatin dan khawatir dengan kejadian-kejadian ilegal drilling (pengeboran ilegal) dan illegal taping (dengan melubangi pipa minyak) yang semakin marak belakangan ini,\\\" kata Gde kepada detikFinance<\/strong>, Sabtu (15\/12\/2012).

Soal sumur minyak ilegal yang terbakar di Langkat, Gde mengatakan, kegiatan pengeboran tersebut dilakukan oleh sekelompok orang di Dusun Proyek, Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, Langkat, Sumatra Utara.

\\\"Mereka telah membor sumur minyak secara Ilegal sampai kedalaman sekitar 120 meter dan kemudian terbakar. Kebakaran terjadi sejak pukul 06.15 wib Jumat pagi dan menyebabkan 8 orang penambang minyak liar terbakar, 2 di antaranya cukup parah,\\\" kata Gde.

Dia mengatakan, lokasi sumur ilegal tersebut berada di wilayah TAC Pertamina-Exindo, dekat wilayah Pertamina Pangkalan Susu.

\\\"Saat ini mobil pemadam kebakaran sudah di lokasi. Kejadian pemboran sumur ini ilegal, dilakukan tanpa ada izin dari pemegang wilayah kerja yang beroperasi di sana,\\\" ujar Gde.

Dari laporan di lapangan, sumur minyak yang terbakar itu berada di tengah perkebunan sawit. Sumur itu terbakar Jumat pagi kemarin setelah minyak menyembur tiba-tiba dan menyambar api rokok seorang penambang minyak liar.

Upaya pemadaman tidak bisa dilakukan sampai saat ini, sebab akses jalan sekitar 300 meter menuju titik api tidak bisa dilalui mobil. Damkar bantuan dari PT Pertamina E&P, Field Pangkalan Susu sudah tersedia di lokasi, tetapi tidak bisa bekerja karena masalah akses jalan ini.

(dnl/dnl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed