Follow detikFinance
Senin 18 Feb 2013, 07:30 WIB

Energi Dian Kemala Bangun Terminal Gas Terapung di Banten

- detikFinance
Energi Dian Kemala Bangun Terminal Gas Terapung di Banten
Jakarta - PT Energi Dian Kemala akan membangun fasilitas terminal gas alam cair terapung alias floating storage and regasification unit (FSRU) di perairan Banten.

Rencana tersebut terungkap dalam surat Menteri ESDM, Jero Wacik bernomor 0890\/15\/MEM.M\/2013 kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, yang salinannya didapat wartawan, Senin (18\/2\/2013).

Sesuai surat perihal Alokasi LNG untuk FSRU tertanggal 5 Februari 2013 itu, tercantum Energi Dian Kemala menjadi salah satu pihak yang mendapat tembusan.

Selain Energi Dian Kemala, surat ditembuskan juga kepada Wakil Presiden Boediono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agutiawan, Dirut PT PGN Tbk (PGAS) Hendi Prio Santoso, dan Dirut PT Nusantara Regas Hendra Jaya.

Demikian pula, surat Menteri ESDM lainnya yang bernomor 0889\/15\/MEM.M\/2013 juga mencantumkan Energi Dian Kemala sebagai salah satu tembusannya. Dalam surat Menteri ESDM bernomor 0890\/15\/MEM.M\/2013, disebutkan alokasi LNG ditujukan ke empat terminal penerima.

Pertama, FSRU Jakarta yang dibangun Nusantara Regas merupakan perusahaan patungan antara Pertamina dan PGN. Lalu, terminal Arun yang dibangun Pertamina, FSRU Jateng yang dibangun Pertamina, dan FSRU Banten oleh Energi Dian Kemala.

\\\"Mohon maaf kami belum bisa memberikan konfirmasi soal itu,\\\" kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, Edy Hermantoro dalam pesan singkatnya kepada wartawan ketika ditanya apakah Energi Dian Kemala merupakan operator FSRU Banten.

Pihak pemerintah terkesan kurang terbuka soal siapa pengelola FSRU Banten tersebut. Sebelumnya, baik Edy maupun Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo mengaku tidak mengetahui atau enggan memberikan penjelasan terkait perusahaan yang akan membangun FSRU Banten.

Pada 6 Februari lalu, Edy hanya mengatakan, pembangun FSRU Banten adalah perusahaan swasta. Berdasarkan surat Menteri ESDM Nomor 0890 itu, keempat terminal akan memperoleh alokasi LNG mulai 2013 hingga 2025.

FSRU Jakarta akan memperoleh alokasi LNG sebesar 27 kargo per tahun mulai 2013 hingga 2025. Selanjutnya, terminal Arun akan memperoleh delapan kargo pada 2015 dan 16 kargo per tahun antara 2016-2025.

Alokasi FSRU Jateng adalah 2015 sebesar 8 kargo, 2016-2018 16 kargo per tahun, 2019-2022 22 kargo per tahun, 2023 16 kargo, dan 2024-2025 8 kargo per tahun. Sedangkan, FSRU Banten dengan alokasi 2015 6 kargo, 2016-2022 16 kargo per tahun dan 2023 8 kargo.

Sementara, berdasarkan surat Menteri ESDM Nomor 0889 perihal Alokasi LNG untuk Keperluan Dalam Negeri yang ditandatangani Jero Wacik pada 5 Februari 2013, sumber pasokan LNG berasal dari Kilang Tangguh, Papua Barat yang sebelumnya diekspor ke Sempra, AS dengan volume 20 kargo per tahun.

Alokasi itu merupakan tambahan dari Sempra sesuai surat Menteri ESDM Nomor 8115\/10\/MEM.M\/2012 tertanggal 23 November 2012 perihal Persetujuan Alokasi Gas Tangguh.

Selanjutnya, pasokan gas terminal berasal dari seluruh kelebihan kargo Blok Mahakam.

Lalu, Lapangan Jangkrik dan North East Jangkrik yang dioperasikan ENI Indonesia dengan perincian 2016 14 kargo, 2017-2022 18 kargo per tahun, 2023 7 kargo, dan 2024-2025 4 kargo per tahun.

Terakhir dari proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) yang dikembangkan Chevron Indonesia Company dengan rincian 2017-2019 50 kargo per tahun, 2020-2021 30 kargo per tahun, 2022 16 kargo, dan 2023 10 kargo.

(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed