Follow detikFinance
Sabtu 01 Jun 2013, 11:20 WIB

Premium Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500 Berlaku Juni, Tepatkah?

- detikFinance
Premium Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500 Berlaku Juni, Tepatkah? Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah menargetkan kenaikan harga BBM subsidi, yaitu premium menjadi Rp 6.500\/liter dan solar Rp 5.500\/liter pada pertengahan Juni 2013. Waktu kenaikan harga BBM ini dinilai tidak tepat.

Anggota DPR dari Fraksi PKS Refrizal mengatakan, di Juni masyarakat dihadapkan pada momen tahun ajaran baru, jelang puasa dan lebaran. \\\"Jadi timing<\/em> (waktu) tidak tepat,\\\" kata Refrizal dalam acara Polemik soal kenaikan harga BBM subsidi di Cikini, Jakarta, Sabtu (1\/6\/2013).

Harusnya pemerintah bisa menaikkan harga BBM subsidi sejak awal tahun ini, sehingga dampaknya pun signifikan terhadap penghematan anggaran.

Dikatakan Refrizal, Fraksi PKS di DPR juga menolak rencana pemerintah memberikan bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem) Rp 150 ribu\/bulan selama 5 bulan kepada rakyat miskin. \\\"Kami menganggap kebijakan itu tidak strategis saat ini karena tidak berdampak panjang terhadap masyarakat. Kami ingin ada step untuk kenaikan harga BBM ini,\\\" tutur Refrizal.

Namun penolakan PKS ini bukan berarti sikap untuk keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) partai koalisi. Menurut Refrizal. PKS seringkali berbeda pendapat di Setgab. \\\"Berbeda pendapat dalam alam demokrasi wajar-wajar saja. Kemarin soal penghapusan utang, kami mendukung di Setgab. Kami yang berbeda itu yang berurusan dengan hajar hidup orang banyak. Jadi bukan selalu berbeda,\\\" kata Refrizal.

Di tempat yang sama, Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia Sonny Harry B. Harmadi mengatakan, saat ini masyarakat-masyarakat di daerah ujung perbatasan telah terbiasa membeli BBM subsidi dengan harga mahal. \\\"Harusnya mereka-mereka ini yang dibantu oleh pemerintah. Masyarakat daerah terpencil ini biasa membeli BBM mahal karena distribusi tidak merata,\\\" ujarnya.

Sementara, Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat yakni Vera Febhyanthy mengatakan, pekan depan diharapkan DPR sudah bisa mengambil keputusan soal kenaikan harga BBM subsidi dan program kompensasi sosial tersebut.

\\\"Segera diputuskan selambat-lambatnya 10 hari. Ini sudah jadi kebijakan pemerintah tolong didukung,\\\" jelas Vera.

Dia juga mengatakan, program \\\'Balsem\\\' bukan merupakan program Partai Demokrat. \\\"Ini bukan program Partai Demokrat, partai-partai lain boleh ikut kibarkan benderanya saat ini (Balsem) dicairkan,\\\" kata Vera.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, rencana kenaikan harga BBM subsidi diperkirakan bakal berlaku pada minggu ketiga Juni 2013.

Kenaikan harga BBM subsidi tersebut menunggu RAPBN Perubahan (RAPBN-P) 2013 disahkan DPR yang isinya terdapat anggaran kompensasi seperti tambahan jatah beras miskin (raskin), beasiswa miskin, program keluarga harapan (PKH), dan bantuan langsung tunai bernama bantuan langsung sementara masyarakat (Balsem) senilai Rp 150 ribu\/bulan.
(dnl/dnl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed