Follow detikFinance
Jumat 13 Mar 2015, 06:53 WIB

Asal Mula Batu Akik yang Kini Booming

- detikFinance
Asal Mula Batu Akik yang Kini Booming Foto: Surono (Rista-detikFinance)
Jakarta - Fenomena booming batu akik sedang melanda masyarakat Indonesia. Namun di balik itu, batu akik merupakan salah satu mineral yang terbentuk dari proses yang panjang. Beberapa jenis batu akik yang populer di Indonesia itu mulai dari batu bacan, safir, zamrud, ruby, giok, kecubung, dan banyak lagi.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan, hampir semua mineral dan batuan yang ada di muka bumi termasuk batu akik, berasal dari magma cair yang ada di dalam perut bumi, dengan kedalaman lebih dari 160 km dari permukaan tanah.

Sifatnya yang cair tersebut, membuat magma yang panasnya mencapai 1.000-1.300 derajat celcius terdorong naik ke permukaan dari proses vulkanik. Bila berhasil keluar, maka biasa disebut hasil erupsi gunung api. Sementara itu, bila magma cair terdorong naik perlahan ke permukaan tanah melalui rekan atau retakan, maka akan membentuk lapisan-lapisan mineral dan batuan.

Ketika magma cair ini naik lewat lapisan atau retakan tanah, dan mengalami proses hidrotermal dan pendinginan, maka terbentuklah batuan. Nah, batuan yang pertama kali terbentuk adalah intan. Batuan ini sangat keras, tingkat kekerasannya mencapai 10 MOHS (tingkat kekerasan batu), tidak ada batuan lain sekeras intan.

"Magma ini terus menerus akan berusaha naik. Makin naik magma mengalami proses pendinginan atau proses hidrotermal, dan mengalami proses pengotoran. Pengotoran ini maksudnya magma tersebut tercampur oleh tanah, ketika masuk di celah-celah tanah atau batuan yang terlewati magma," kata pria yang akrab disapa Mbah Rono ini, saat ditemui detikFinance, di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/3/2015).

Surono mengungkapkan, proses hidrotermal ini yang membentuk magma menjadi mineral atau batuan. Bila terbentuk mineral, maka bisa menjadi besi, tembaga, emas, nikel, dan banyak lagi. Tapi, proses hidrotermal juga membentuk batuan kristal, yang membentuk seperti intan, sampai batu akik, hingga batu koral atau batu sungai/kali.

"Jadi bisa dibilang magma ini mbahnya batu akik," ujarnya.

Namun, proses naiknya magma ke permukaan tanah memerlukan waktu yang sangat lama, diperlukan waktu jutaan hingga miliaran tahun, hingga akhirnya bongkahan batu akik terbentuk. Batu akik ini tidak berada di kedalaman tanah yang cukup dalam. Justru lebih banyak berada di permukaan tanah, bahkan tersebar oleh arus sungai.

"Banyak orang pencinta akik, sampai ahli akik banyak cari batu akik di aliran sungai," kata Surono.

Bagi ahli Geologi, batu akik adalah jenis batu biasa pada umumnya, yang mengalami proses hidrotermal dan membentuk kristal.

"Berharga atau tidaknya batu akik, hanya orang yang ahli akik saja yang menilainya. Karena sampai saat ini belum ada standar baku yang menentukan harga batu akik. Ini berbeda dengan emas atau intan, yang ada standar baik itu kualitasnya, yang bisa dilihat berapa karat dan kemurniannya," tutup Surono.

(hen/dnl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed