Follow detikFinance
Jumat 08 May 2015, 11:28 WIB

Sejak Zaman Soekarno, RI Sudah Menyatakan Go Nuclear

- detikFinance
Sejak Zaman Soekarno, RI Sudah Menyatakan Go Nuclear Foto: Reuters
Jakarta -

Keinginan Indonesia membangun nuklir ternyata sudah sejak lama, bahkan ketika dipimpin Presiden Soekarno di mana Indonesia baru saja merdeka, sudah menyatakan pembangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

"Zaman Bung Karno sudah menyatakan Indonesia go nuclear," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Rida Mulyana kepada detikFinance, Jumat (8/5/2015).

Rida mengatakan, makanya ketika Presiden Soekarno menyatakan Indonesia harus bangun PLTN, sumber daya manusia (SDM) langsung disiapkan, salah satunya adalah dengan menyekolahkan BJ Habibie.

"Bung Karno juga membentuk Lembaga Tenaga Atom yang sekarang namanya BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) pada 1958, juga membentuk LAPAN pada 1963," ucapnya.

Hasilnya, kata Rida, Indonesia sudah punya 3 reaktor nuklir ada ada di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta.

"Sudah beroperasi 50 tahun lebih, aman-aman saja kan," katanya.

Padahal kata Rida, Indonesia saat itu baru merdeka, di mana banyak orang yang meragukan, baik dari sisi SDM maupun teknologi.

"Dulu orang boleh ragu, kita baru merdeka tapi sekarang kan orang makin pintar, teknologi makin maju, pengalaman Fukusima di Jepang kemarin menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat di dunia artinya dari segi keamanan makin maju," tambahnya.

Apalagi dari segi SDM, Indonesia juga memiliki banyak ahli-ahli nuklir yang berasal dari lulusan Amerika, Rusia, dan banyak negara lainnya.

"Namun sayangnya, sebentar lagi para doktor-doktor hingga profesor nuklir kita mau masuk masa pensiun, tapi ilmunya belum termanfaatkan untuk membangun PLTN di Indonesia, sayang sekali kan," tutupnya.

(rrd/dnl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed