Follow detikFinance
Rabu 20 Jan 2016, 20:18 WIB

Freeport Mau Perpanjang Izin Ekspor Konsentrat, Ini Syarat dari Pemerintah

Dana Aditiasari - detikFinance
Freeport Mau Perpanjang Izin Ekspor Konsentrat, Ini Syarat dari Pemerintah
Jakarta -

Izin PT Freeport Indonesia untuk mengekspor konsentrat tembaga akan habis pada 25 Januari 2016. Pemerintah mengajukan syarat kepada Freeport jika perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu ingin memperpanjang izin ekspor.‎

Syarat itu adalah, PT Freeport harus menyetor sejumlah dana. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, besaran dana tersebut setara dengan biaya yang seharusnya dikeluarkan PT Freeport untuk membangun smelter tembaga yang ditetapkan Pemerintah.

"Karena target pencapaian (pembangunan) smelter ini belum tercapai, maka kita meminta Freeport harus menyetor uang yang harusnya di-spend (dikeluarkan) untuk membangun smelter," kata Sudirman dalam paparannya di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Sudirman mengatakan, pembangunan smelter Freeport seharusya telah mencapai 60% pada hari ini. Namun kenyataannya, Freeport baru merealisasikan 14%, termasuk uang setoran senilai US$ 115‎ juta atau setara Rp 1,61 triliun (kurs Rp 14.000/US$) yang telah diserahkan tahun lalu.

‎"Jadi meskipun secara fisik belum terbangun, tapi paling tidak secara komitmen dibuktikan dengan penyetor uang senilai tersebut berarti Freeport telah membuktikan komitmennya," tutur dia.

Sayang, Sudirman tak mau membeberkan berapa‎ besar dana yang harus disetor Freeport. Ia berdalih rinciannya akan disampaikan dalam surat ketentuan Menteri ESDM terkait besaran dana bukti kesanggupan tersebut.

"Nanti akan dimuat detilnya dalam surat yang akan saya terbitkan nanti malam," kilah dia.

Sekedar informasi, total biaya yang diperlukan untuk membangun smelter di Gresik, Jawa Timur yang akan dilakukan PT Freeport Indonesia diperkirakan mencapai US$ 2,3 miliar.

Freeport sebelumnya telah menyetor dana kesanggupan sebesar 5% dari perkembangan pembangunan Smelter tersebut dengan nilai US$115 juta‎.

Adapun dana tersebut disimpan dalam escrow account alias rekening sementara.

Selain itu, freeport juga telah melakukan kontrak pembebasan tanah yang akan dijadikan lokasi pembangunan smelter.

(dna/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed