Follow detikFinance
Rabu 20 Jan 2016, 20:47 WIB

Freeport Diminta Dana Jaminan untuk Syarat Ekspor Konsentrat, ke Mana Masuknya?

Dana Aditiasari - detikFinance
Freeport Diminta Dana Jaminan untuk Syarat Ekspor Konsentrat, ke Mana Masuknya?
Jakarta - Pemerintah memberikan syarat agar PT Freeport Indonesia menyetor sejumlah dana sebagai bukti komitmen kesanggupan membangun Smelter Tembaga. Dana yang disetor tersebut akan dijadikan sebagai dasar pemberian Rekomendasi oleh Kementerian ESDM untuk memberikan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga oleh PT Freeport Indonesia.

Lalu, di mana dana jaminan itu disimpan?

"Akan disetorkan ke Pemerintah. Disimpan di escrow account lalu akan dicairkan ketika dia (Freeport) akan melakukan pembangunan smelter," jelas Menteri ESDM Sudirman Said, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/1/2016).

Sayang Sudirman enggan membeberkan berapa besar biaya yang harus disetor oleh PT Freeport Indonesia. Ia mengatakan rinciannya akan disampaikan dalam surat ketentuan Menteri ESDM terkait besaran dana bukti kesanggupan tersebut.

"Nanti akan dimuat detilnya dalam surat yang akan saya terbitkan nanti malam," kata dia.

Asal tahu saja, sama seperti perusahaan pertambangan mineral lainnya, Freeport dilarang melakukan ekspor mineral mentah dalam hal ini konsentrat tembaga bila perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini tidak membangun Smelter di Indonesia.

Namun, Freeport mengaku berkomitmen melakukan pembangunan yang dibuktikan dengan menyetor US$ 115 juta atau setara Rp 1,61 triliun (kurs Rp 14.000/US$), sehingga Kementerian ESDM memberikan rekomendasi perpanjangan izin ekspor kepada Freeport dengan syarat dikenakan bea keluar sebesar 5% dari nilai ekpor.

Manajemen Freeport sendiri melaporkan telah memulai pembangunan Smelter yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur sejak bulan Juli 2015 lalu. Freeport dalam beberapa kesempatan juga mengaku telah menjalin kesepakatan pembebasan lahan yang akan digunakan untuk membangun smelter tersebut.

Bila seluruh aksi tersebut diakumulasi, dapat diasumsikan setara dengan perkembangan pembangunan Smelter mencapai 14%.

Angka tersebut jelas jauh lebih rendah dari target yang ditetapkan pemerintah. "Sesuai timeline (target) harusnya saat ini sudah mencapai perkembangan 60%," sambung Sudirman.

Agar Freeport kembali mendapat rekomendasi perpanjangan izin ekpor di tahun 2016, Pemerintah mensyaratkan agar Freeport menyetor dana dengan nilai yang setara dengan kebutuhan pembangunan smelter hingga 60% tersebut.

Dana itu nantinya akan disatukan dengan dana serupa yang telah disetor Freeport sebelumnya yang disimpan dalam escrow account atau rekening sementara.

"Freeport juga tetap dikenakan bea keluar sebesar 5% dari nilai ekspor. Jadi jangan mentang-mentang sudah setor komitmen kesanggupan, lantas dia terbebas dari bea keluar," pungkas Sudirman.

(dna/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed