Senin, 21 Mei 2012
Find us on: feed rss facebook twitter
detik inet
    detikcom
  • Home
  • Ekonomi Bisnis
  • Finansial
  • Properti
  • Energi
  • Industri
  • Sosok
  • Peluang Usaha
  • Indeks
Pajak · Perencanaan Keuangan · Rumor Saham · Market Research · Foto · TV · Konsultasi
Trending Topic :   saham | level | BBM | Kalimantan | Eropa | Pertamina | pasar | BBM subsidi | (- %) | perjalanan dinas |
  • Ini Perbedaan 'Permainan' Perjalanan Dinas di Pusat dan Daerah
    Senin, 21/05/2012 12:44 WIB

    Ini Perbedaan 'Permainan' Perjalanan Dinas di Pusat dan Daerah

  • Yuk! Intip Pabrik Kondom Terbesar di ASEAN Milik BUMN
    Senin, 21/05/2012 13:32 WIB

    Yuk! Intip Pabrik Kondom Terbesar di ASEAN Milik BUMN

  • Hebat! PT DI Bakal Produksi Pesawat Domestik di Kazakhstan
    Senin, 21/05/2012 13:25 WIB

    Hebat! PT DI Bakal Produksi Pesawat Domestik di Kazakhstan

  • Harga Emas Batangan Antam Naik Rp 3.000/Gram
    Senin, 21/05/2012 11:41 WIB

    Harga Emas Batangan Antam Naik Rp 3.000/Gram

  • Catatan Dahlan Iskan: Ribut-ribut Soal Petral
    Senin, 21/05/2012 11:24 WIB

    Catatan Dahlan Iskan: Ribut-ribut Soal Petral

  • Wah, Kereta Api Bandara Rp 1,7 Triliun Siap Operasi Juni 2013
    Senin, 21/05/2012 07:06 WIB

    Wah, Kereta Api Bandara Rp 1,7 Triliun Siap Operasi Juni 2013

  • 10 Pekerjaan yang Cocok Bagi Penyendiri
    Senin, 21/05/2012 07:17 WIB

    10 Pekerjaan yang Cocok Bagi Penyendiri

  • Ini Dia Dua Proyek Kereta Api Bandara
    Senin, 21/05/2012 08:05 WIB

    Ini Dia Dua Proyek Kereta Api Bandara

  • Dari Sampah Kerang Bisa Kantongi Rp 200 Juta/Bulan
    Senin, 21/05/2012 09:52 WIB

    Dari Sampah Kerang Bisa Kantongi Rp 200 Juta/Bulan

Berita Lain

  • Senin, 21/05/2012 16:37 WIB
    Laba Tinggi, Borneo Enggan Bagi Dividen
  • Senin, 21/05/2012 16:28 WIB
    Jual 35% Saham ke Publik, Waskita Incar Rp 900 Miliar
  • Senin, 21/05/2012 16:08 WIB
    Asing Jual Saham Rp 1,4 Triliun, IHSG Jatuh 40 Poin
  • Senin, 21/05/2012 15:46 WIB
    Borneo Kaji Terbitkan Obligasi Global US$ 500 Juta
  • Senin, 21/05/2012 15:16 WIB
    Fokus Kurangi Utang, BUMI Pangkas Dividen
  • Senin, 21/05/2012 15:00 WIB
    Mantan Bos Astra Masuk ke Lingkaran Usaha Bakrie

Indeks Berita

Rumor Saham

Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO).   Kabar yang....
2 Komentar | Balas Tanggapan

Peluang Usaha

Dari Sampah Kerang Bisa Kantongi Rp 200 Juta/Bulan
Gb
Sampah hasil laut belum banyak dimanfaatkan secara ekonomis, padahal sampah laut seperti kerang jika dibuat berbagai produk unik, sangat menjanjikan untuk peluang bisnis.

Sosok Dan Peristiwa

Wamendag & Gubernur Jateng Jadi Tukang Becak Dadakan
Gb
Wamendag Bayu Krisnamurthi dan Gunernur Jateng Bibit Waluyo menghadiri acara Pameran Produk Dalam Negeri (PPDN) Regional 2012 dan Pameran Pangan Nusa 2012 dengan cara yang unik.
  • Hotel
  • Penerbangan

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Rancang Perjalananmu di Sini

Info Promosi Travel
  • Riad Dar Les Cigognes By Sanssouci Collection
    splendia.com
    Rp 470.000
  • Keraton at the Plaza
    exclusives.lc.com
    Rp 2,792.000

Forum Finance register | login

Thread Pilihan
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Antisipasi Krisis Ekonomi, Pemerintah Cari Utang Darurat Rp 27 Triliun
Posted by: kaptenDF
  • Ini Dia Tips Aman Memilih Asuransi Jiwa
  • 10 Pekerjaan yang Cocok Bagi Penyendiri

detikFinance » Bursa dan Valas

Senin, 03/09/2007 10:22 WIB
Memahami Subprime Mortgage AS 
Sid H. Kusuma - detikFinance

Jakarta - Pasar finansial dunia dalam beberapa pekan terakhir menggelegak oleh krisis subprime mortgage. Apa sebenarnya subprime mortgage? Dan bagaimana agar RI tak ikut-ikutan kena krisis itu? Berikut analisis oleh Sid H. Kusuma, yang kini bergabung dalam SMF dan khusus mendalami pasar mortgage residensial di bidang sekuritisasi, TI, jasa serta konsultan manajemen risiko. Ia juga pernah bergabung dengan Citigroup & Bear Stearns Inc di AS dan PT Ernst & Young Indonesia. Fenomena Subprime Mortgage market meltdown yang terjadi semenjak pertengahan tahun 2006 telah memberikan dampak sentimen negatif di pasar modal termasuk Indonesia. Untuk dapat mengerti apa yang terjadi, perlu dimengerti apakah subprime mortgage loan dan karakteristiknya. Pengertian Subprime Mortgage Loan Subprime mortgage loan di Amerika diberikan kepada konsumen yang memiliki kelayakan kredit kurang dari cukup. Salah satu cara mengukur kelayakan kredit konsumen dilakukan dengan cara melihat credit score. Sistem pemberian KPR di Amerika sangat bergantung terhadap credit score yang dikeluarkan oleh perusahaan credit scoring seperti yang mengunakan metode FICO. Sebagai informasi, konsumen dapar memiliki FICO score mulai dari 300 s/d 850 tergantung dari hasil perhitungan yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa ceridt score dengan melihat 5 katagori utama seperti dibawah ini: 1. Payment history (35%) 2. Amounts owed (30%) 3. Length of credit history (15%0 4. New credit (10%) 5. Types of credit used (10%). Walau berubah secara periodik, pada saat ini rata-rata credit score untuk konsumen di Amerika berkisar 620. Semakin rendah credit score (FICO<620), semakin kurang kelayakan dari konsumen tersebut mendapatkan KPR. Subprime mortgage borrower diberikan kepada konsumen yang memiliki FICO score < 620. Selain credit score, subprime mortgage loan juga bisa terlihat dari beberapa hal: 1. Tingginya rasio Loan-to Value hingga 100% 2. Agunan KPR yang tidak memenuhi fundamental perhitungan value-nya. 3. Ketidak lengkapan dokumentasi KPR (low-doc) atau tidak ada verifikasi terhadap pendapatan (stated income), sumber downpayment & sejarah bekerja. 4. Tingginya Debt-to-Income (DTI) dan Payment to Income (PTI) Karakteristik diatas secara langsung menaikan risiko terhadap penyalur KPR. Dari satu sisi, meningginya risiko dikompensasikan dengan suku bunga tinggi dan fitur khusus lainnya. Disisi lain, tingginya suku bunga menyebabkan ketidak mampuan konsumen untuk mendapatkan KPR. Dalam hal ini, penyalur KPR membuat produk KPR yang tetap mengkompensasikan tingginya risiko akan tetapi dapat dijangkau oleh konsumen, paling tidak agar dapat dioriginasi. Produk subprime mortgage loan yang terkenal adalah 2/28 ARMS. Jenis KPR ini cukup berkembang dimana mencakup hampir 75% dari adjustable subprime mortgage loan dioriginasi. Produk ini memiliki fitur dua tahun pertama fix rate yang bersifat Teaser Rate dan akan berubah pada akhir tahun kedua menjadi adjustable rate dan setiap tahun berikutnya. Yang menjadi permasalahan adalah penyalur KPR dalam mengoriginasi KPR mengukur kemampuan membayar konsumen dengan menggunakan Teaser Rate yang rendah. Pada saat suku bunga KPR berubah pada akhir tahun kedua menjadi adjustable rate, pembayaran bulanan konsumen dapat meningkat secara drastis karena marjin untuk konsumen dengan risiko profil tinggi dapat mencapai 300-500 basis poin. Hal ini menyebabkan konsumen yang memang kurang layak kredit mengalami kesusahan membayar cicilan KPR, dan kemudian gagal bayar. Selain itu, terjadi Predatory Lending practice yang dilakukan oleh penyalur KPR nakal. Segmen konsumen diatas dikibuli dengan bermacam taktik seperti secara sengaja memberikan jumlah pinjaman tinggi dengan suku bunga tinggi kepada kepada konsumen yang jelas tidak mampu membayar. Diharap jika terjadi gagal bayar maka agunan akan eksekusi dan penyalur KPR mendapat keuntungan dari penjualan rumahnya. Apa yang terjadi dengan Subprime mortgage loan di Amerika? Pertumbuhan subprime mortgage market di Amerika meningkat dengan cepat yang mencapai 22% dari total originasi KPR dalam jumlah total sisa pinjaman lebih $650 juta pada akhir tahun 2006 (lihat grafik). Beberapa faktor utama meningkatnya pasar. Dari sisi demand, sektor perumahan yang baik selama tahun 2002- 2005, rendahnya suku bunga KPR & apresiasi harga rumah. Dari sisi suplai, dengan yang tinggi demand dan masih terbukanya peluang usaha, penyalur KPR berbodong-bondong masuk ke pasar ini untuk menawarkan jasanya.. Dengan meningkatnya kompetisi, penyalur KPR bersaing untuk mendapat konsumen dengan menawarkan produk KPR yang cukup bervariasi tanpa mengenal secara mendalam karakterisktik risikonya serta me-relaxkan ketentuan originasi KPR. Hal ini mengakibatkan banyak KPR dengan fitur berisiko tinggi yang disetujui untuk konsumen yang tidak layak. Dengan menurunnya pertumbuhan sektor perumahan semenjak awal 2006 yang ditandai dengan menurunya peningkatan harga rumah dan meningkatnya suku bunga KPR, banyak konsumen KPR di pasar ini yang mengalami kesulitan membayar angsuran dan kemudian dinyatakan gagal bayar. Hasil survei yang dikeluarkan oleh Mortgage Banker Association (MBA) mengatakan bahwa delinquency rate untuk subprime mortgage loans untuk Q4-2006 berada di 13,33%. Sebagai perbandingan, deliequency rate untuk prime mortgage loan berkisar 2,57 %. Sementara itu, foreclosure rate adalah 2% dibanding 0,24% untuk subprime & prime mortgage loan per Q4-2006. Dan foreclosure inventory ratea adalah 0,5% dan 5,1% untuk subprime & prime mortgage loan per Q4-2006 Pelajaran untuk Pasar KPR di Indonesia Kredit perumahaan memiliki karakteristik resiko yang beragam dan dapat dimitigasi dengan pola originasi sampai dengan servicing yang baik. Dibeberapa negara termasuk di Amerika, standarisasi dokumen KPR merupakan salah satu upaya agar terciptanya standarisasi & menurunkan resiko. Manfaat dari standarisasi ini terbukti dengan perbedaan dari delinquency & foreclosure rate antara conforming (prime) mortgage loan dan subprime. Di Indonesia, standarisasi dokumen KPR telah dibuat untuk dapat digunakan oleh penyalur KPR. Standarisasi dokumen KPR yang mencakup 5 topik yaitu Originasi, Underwriting, Quality Control, Servicing & MIS. Beberapa contoh hal utama didalam standarisasi seperti cara menghitung LTV yang benar dan batas terbesarnya, jenis dokumentasi yang wajib ada dan verikasi proses yang harus dilakukan sebelum KPR dapat disetujui, PTI & DTI. Proses underwriting dimana wawancara dengan konsumen untuk mendapatkan feeling mengenai dikonsumen adalah penting. Selain itu, memberikan edukasi kepada calon konsumen agar dapat mengetahui proses KPR serta hak & kewajibannya sangat diperlukan. Konsumen yang teredukasi dapat membantu agar tidak terkibuli oleh skema penyaluran KPR yang tidak sehat dan merugikan konsumen. (qom/qom)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • SBY Pantau Pasar Lewat CNBC
  • Krisis Subprime Mortgage
    BNP Paribas Cairkan 3 Fund
  • Krisis Subprime Mortgage, Penyitaan Rumah Mewabah di AS

Share

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

  Share via Email:

Share via Email


Separate email addresses with commas (,)
Your email address

 

loadingSending your message

Message has successfully sent

An Error has Occured

Berita Terpopuler

  • Senin, 21/05/2012 20:05 WIB
    Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik
  • Senin, 21/05/2012 19:38 WIB
    Bahaya! Kalimantan Bisa Setop Distribusi Batubara, Minyak dan Gas
  • Senin, 21/05/2012 19:01 WIB
    Hindari Polemik, Dahlan Iskan Cabut 2 Keputusannya
  • Senin, 21/05/2012 19:37 WIB
    Kalimantan Minta Tambahan Jatah BBM Subsidi 3,4 Juta Kiloliter
  • Senin, 21/05/2012 18:18 WIB
    Kondom Produksi BUMN 100% Pakai Bahan Baku Lokal

Komentar Terpopuler

  • Senin, 21/05/2012 - 18:09
    PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7%
  • Senin, 21/05/2012 - 13:58
    Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif
  • Senin, 21/05/2012 - 14:44
    Perlukah Ada Penyatuan Zona Waktu di Indonesia?
  • Minggu, 20/05/2012 - 13:55
    Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
  • Senin, 21/05/2012 - 18:25
    Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Recommended Reading
bg

Titiek Soeharto: Pemerintah Perlu Contoh Keberhasilan Orba

www.detiknews.com

  • Mbah Nono, Juru Kunci Pantai Parangkusumo Meninggal Dunia
  • Truk Mogok, KM 26 Tol JORR Arah Pondok Indah Macet 6 Km

bg

Tundukkan Djokovic, Nadal Juara Roma Masters

www.detiksport.com

  • Indonesia Sementara Diimbangi Inggris 1-1
  • Indonesia Kalahkan Afrika Selatan

bg

Ini Dia Penyebab Facebook Gagal Terbang Tinggi

www.detikinet.com

  • Selamat Ulang Tahun YouTube!
  • Alfamart Raih World Class Quality Achievement Dan Service Quality Award

  • detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
  • detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
  • Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
  • detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
  • detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
  • detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
  • detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
  • detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
  • detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
  • Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
  • detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
  • detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
  • detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Back to Top Kanal Lainnya » « Kanal Lainnya
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer