Berita Lain
-
Selasa, 22/05/2012 14:46 WIB
Dalam Setahun, Sengketa Ekonomi Syariah di Meja Hijau Cuma 5 Kasus -
Senin, 21/05/2012 14:43 WIB
Korban Sukhoi Tak Punya Jamsostek, Pelajaran Agar Perusahaan Jujur -
Senin, 21/05/2012 14:38 WIB
Ini Dia Tips Aman Memilih Asuransi Jiwa -
Senin, 21/05/2012 14:15 WIB
192 Juta Masyarakat Indonesia 'Buta' Asuransi -
Minggu, 20/05/2012 18:39 WIB
Hingga Triwulan I, CIMB Niaga Banyak Biayai Debitur Kakap -
Sabtu, 19/05/2012 13:58 WIB
Perusahaan Tak Jujur, Korban Sukhoi Tak Didaftarkan Jamsostek
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
3 Komentar | Balas Tanggapan
3 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 471.000
-
Rp 2,790.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Rabu, 19/03/2008 11:26 WIB
Menkeu Ingin Anggaran Depkeu di BI Segera Diberi Bunga
Wahyu Daniel - detikFinance
"Sudah 1 abad untuk negosiasi tapi belum berhasil, saya minta antara Depkeu dan BI ada hasilnya. Jadi harus ada remunerasi (return), karena bagi BI itu bagus karena BI tidak perlu lakukan sterilisasi likuiditas jika pemerintah menempatkan di bank komersial," tutur Menkeu Sri Mulyani pada pidato sambutan di seminar cash management di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (19/3/2008).
Menkeu mengatakan selama ini anggaran yang disimpan di BI sifatnya zero return. "Harusnya BI tidak membolehkan begitu. Tapi masalahnya kalau kita simpan di bank komersil nanti BI juga lebih berat menyerap lagi likuiditas lewat SBI," katanya.
Pada kesempatan yang sama Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo mengatakan, depkeu dan BI masih dalam tahap pembicaraan menuju ke arah kesepakatan.
"Ya kita tempatkan dana bagaimana, lalu remunerasinya bagaimana, angkanya kan masih dinego terus dikaitkan dengan SPN bagaimana, cash mangementnya seperti apa, semuanya di BI nanti," ujarnya.
Targetnya dikatakan Herry, Depkeu inginnya pada bulan ini kalau bisa sudah ada kesepakatan dengan BI.
"Sehingga pada bulan April sudah ada kejelasannya, sekarang ini pembicaraan segitiga, Dirjen Perbendaharaan Negara, Dirjen Pengelolaan Utang, dan BI karena ada kepentingan dalam penerbitan SPN yang akan jadi last resort bagi shortcash pemerintah," tuturnya.
(dnl/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Selasa, 22/05/2012 17:33 WIB
SBY Panggil Dahlan Iskan ke Istana Bahas Mobnas Listrik -
Selasa, 22/05/2012 16:49 WIB
Dari 50 Perusahaan Minyak, Hanya 5 yang Capai Target Produksi -
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Perusahaan Tambang Juga Diusir Kalau Tak Pakai BBN -
Selasa, 22/05/2012 15:18 WIB
Investasi Rp 12 Miliar Tak Kembali, Bos Femina Somasi Lagi Citibank -
Selasa, 22/05/2012 17:28 WIB
Siapkan Rp 1 Triliun, Semen Gresik Bangun Pabrik di Myanmar
Komentar Terpopuler
-
Selasa, 22/05/2012 - 11:59
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Selasa, 22/05/2012 - 16:07
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Selasa, 22/05/2012 - 16:45
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Selasa, 22/05/2012 - 15:53
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



