Selasa, 22 Mei 2012
Find us on: feed rss facebook twitter
detik inet
    detikcom
  • Home
  • Ekonomi Bisnis
  • Finansial
  • Properti
  • Energi
  • Industri
  • Sosok
  • Peluang Usaha
  • Indeks
Pajak · Perencanaan Keuangan · Rumor Saham · Market Research · Foto · TV · Konsultasi
Trending Topic :   saham | level | perdagangan | Facebook | pasar | utang | minyak | Dahlan | IHSG | saham Facebook | level Indeks |
  • Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
    Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB

    Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?

  • Ini 4 Alasan Saham Perdana Facebook 'Melempem'
    Selasa, 22/05/2012 11:22 WIB

    Ini 4 Alasan Saham Perdana Facebook 'Melempem'

  • Dahlan Iskan Tegaskan Tidak Mundur dari Posisi Menteri BUMN
    Selasa, 22/05/2012 11:05 WIB

    Dahlan Iskan Tegaskan Tidak Mundur dari Posisi Menteri BUMN

  • Saham Anjlok, Harta Pendiri Facebook 'Lenyap' Rp 20 Triliun
    Selasa, 22/05/2012 10:24 WIB

    Saham Anjlok, Harta Pendiri Facebook 'Lenyap' Rp 20 Triliun

  • Indofarma Mimpi Bisa Bangun Pabrik di Khazakstan
    Selasa, 22/05/2012 07:13 WIB

    Indofarma Mimpi Bisa Bangun Pabrik di Khazakstan

  • Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp 1.903 Triliun
    Selasa, 22/05/2012 10:11 WIB

    Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp 1.903 Triliun

  • Menutup Perdagangan Kedua, Saham Facebook Jatuh 11%
    Selasa, 22/05/2012 08:35 WIB

    Menutup Perdagangan Kedua, Saham Facebook Jatuh 11%

  • SBY Minta Pertamina Libatkan Pemerintah dalam Impor Minyak
    Selasa, 22/05/2012 10:00 WIB

    SBY Minta Pertamina Libatkan Pemerintah dalam Impor Minyak

  • Dirut Pertamina: Petral Tak Akan Lagi Beli Minyak untuk RI
    Selasa, 22/05/2012 08:01 WIB

    Dirut Pertamina: Petral Tak Akan Lagi Beli Minyak untuk RI

Berita Lain

  • Selasa, 22/05/2012 17:59 WIB
    Punya Kos-kosan 100 Kamar di Depok Wajib Punya IPAL
  • Selasa, 22/05/2012 15:16 WIB
    Indomaret, Alfamart & 7-Eleven Tak akan 'Bunuh' Pasar Tradisional
  • Selasa, 22/05/2012 14:52 WIB
    Tekor Rp 7,5 Triliun, Produsen Chip Jepang PHK 6.000 Karyawan
  • Selasa, 22/05/2012 13:43 WIB
    Anggota DPR: Waspada Utang RI Terus Meningkat!
  • Selasa, 22/05/2012 13:30 WIB
    Dahlan Minta BUMN Tak Menyogok Demi Bisnis
  • Selasa, 22/05/2012 13:12 WIB
    95% Pasar Tradisional di Indonesia Berusia Seperempat Abad

Indeks Berita

Rumor Saham

Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO).   Kabar yang....
3 Komentar | Balas Tanggapan

Peluang Usaha

Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Gb
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.

Sosok Dan Peristiwa

Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Gb
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
  • Hotel
  • Penerbangan

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Rancang Perjalananmu di Sini

Info Promosi Travel
  • Mystique Santorini Hotel
    mystique.gr
    Rp 6,087.000
  • Riad Dar Les Cigognes By Sanssouci Collection
    splendia.com
    Rp 471.000

Forum Finance register | login

Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
  • Anggota DPR: Waspada Utang RI Terus Meningkat!
  • Kemendag: 95% Pasar Tradisional di Indonesia Berusia 25 Tahun

detikFinance » Ekonomi

Kamis, 19/06/2008 19:15 WIB
Harga Kontrak Batubara Disesuaikan dengan Mekanisme Pasar 
Alih Istik Wahyuni - detikFinance


Batubara (ist)
Jakarta - Pemerintah akan mengevaluasi semua kontrak penjualan batubara yang ada. Semua kontrak yang masih menggunakan harga tetap (fix/flat) akan dirombak dengan harga yang fluktuatif.
 
Demikian disampaikan Dirjen Minerbapabum Simon Sembiring disela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
 
"Kontrak-kontrak penjualannya sekarang kita evaluasi itu gimana. Kan tidak boleh perjanjian kontrak penjualan itu fix rate. Misalnya dibikin perjanjian 5 tahun, oke US$ 30 dolar per ton sampai 5 tahun ke depan. Nggak bisa dong," katanya.
 
Simon menegaskan, pemerintah menginginkan agar harga yang tercantum dalam kontrak penjualan batubara adalah formula yang fluktuatif. Sehingga harga penjualan batubaranya bisa mengikuti harga pasaran.
 
"Jadi kalau naik US$ 1 di harga pasar maka berapa persen naik harganya. Dan begitu juga kalau turun US$ 1, berapa persen turunnya," katanya.
 
Dengan formula seperti itu, menurut Simon, akan menguntungkan kedua pihak, baik penjual dan pembeli. Jadi ketika harga naik, penjual akan diuntungkan. Dan ketika harga turun, pembeli juga akan diuntungkan.
 
"Dengan begitu kan bisa mem-protect penjual dan buyer. Makanya itu harus ada klausul itu," tegasnya.

Selama ini, ada beberapa kontrak yang masih menggunakan harga tetap. Kalaupun ada yang berniat menggunakan eskalasi hanya mencantumkan klausul 'bisa ditinjau setiap tahun'.
 
Simon menegaskan, menggunakan harga tetap memang sah-sah saja secara bisnis selama kedua pihak setuju. Tapi disisi lain, jika harga dalam kontrak tetap rendah padahal harga pasar sudah tinggi, negara juga kehilangan potensi keuntungan.
 
Karena pemerintah memiliki bagian 13,5% dari penjualan batubara. Jadi kalau batubaranya dijual dengan harga di bawah harga pasar, pemerintah juga yang rugi. Belum lagi potensi pajak yang hilang karena penjualnya mendapatkan harga rendah.
 
"Secara bisnis itu oke saja, tetapi kan itu milik kita 13,5%. Kemudian kalau penghasilan dia kurang, pajak penghasilan dia juga kurang," kata Simon.
 
Namun Simon tidak merinci kapan kewajiban harga yang fluktuatif ini akan diberlakukan.
(lih/ddn)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca Juga :

  • RAPBN 2009 Pakai Asumsi Produksi Batubara 250 Juta Ton
  • Gas-Batubara Masuk APBN
    Minyak Tak Lagi Pusat Perhatian
  • Aturan Eksplorasi Batubara CBM Dirombak

Share

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

  Share via Email:

Share via Email


Separate email addresses with commas (,)
Your email address

 

loadingSending your message

Message has successfully sent

An Error has Occured

Komentar terkini (0 Komentar) ·  Follower Komentar
Baca Komentar
Kirim Komentar

Berita Terpopuler

  • Selasa, 22/05/2012 17:33 WIB
    SBY Panggil Dahlan Iskan ke Istana Bahas Mobnas Listrik
  • Selasa, 22/05/2012 18:28 WIB
    Agus Marto: Banyak Perusahaan Tambang Tak Benar Bayar Pajak
  • Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
    Perusahaan Tambang Juga Diusir Kalau Tak Pakai BBN
  • Selasa, 22/05/2012 17:59 WIB
    Punya Kos-kosan 100 Kamar di Depok Wajib Punya IPAL
  • Selasa, 22/05/2012 16:49 WIB
    Dari 50 Perusahaan Minyak, Hanya 5 yang Capai Target Produksi

Komentar Terpopuler

  • Selasa, 22/05/2012 - 11:59
    PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7%
  • Senin, 21/05/2012 - 13:58
    Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif
  • Selasa, 22/05/2012 - 16:07
    Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik
  • Selasa, 22/05/2012 - 16:45
    Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013
  • Selasa, 22/05/2012 - 15:53
    Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Recommended Reading
bg

Kurangi Hukuman Corby, RI Harap Australia Bebaskan Tahanan Anak WNI

www.detiknews.com

  • Jenazah 8 Crew Sukhoi Asal Rusia akan Dipulangkan Lusa
  • FPI Beli 150 Tiket Lady Gaga, Menag: Itu Boleh-boleh Saja

bg

Indonesia Simpan Tenaga, Firda Diistirahatkan

www.detiksport.com

  • Kesempatan Utak-Atik Sektor Ganda
  • Indonesia Tak Mainkan Taufik Lawan China

bg

Samsung Tawarkan Galaxy S III ke Semua Operator

www.detikinet.com

  • Galaxy Note Gaet Beckham
  • Banderol Ijazah Palsu di Internet: S1 Rp 19 Juta, S2 Rp 27 juta

  • detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
  • detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
  • Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
  • detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
  • detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
  • detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
  • detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
  • detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
  • detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
  • Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
  • detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
  • detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
  • detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Back to Top Kanal Lainnya » « Kanal Lainnya
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer