Berita Lain
-
Selasa, 22/05/2012 17:59 WIB
Punya Kos-kosan 100 Kamar di Depok Wajib Punya IPAL -
Selasa, 22/05/2012 15:16 WIB
Indomaret, Alfamart & 7-Eleven Tak akan 'Bunuh' Pasar Tradisional -
Selasa, 22/05/2012 14:52 WIB
Tekor Rp 7,5 Triliun, Produsen Chip Jepang PHK 6.000 Karyawan -
Selasa, 22/05/2012 13:43 WIB
Anggota DPR: Waspada Utang RI Terus Meningkat! -
Selasa, 22/05/2012 13:30 WIB
Dahlan Minta BUMN Tak Menyogok Demi Bisnis -
Selasa, 22/05/2012 13:12 WIB
95% Pasar Tradisional di Indonesia Berusia Seperempat Abad
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
3 Komentar | Balas Tanggapan
3 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,087.000
-
Rp 471.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Kamis, 19/06/2008 19:15 WIB
Harga Kontrak Batubara Disesuaikan dengan Mekanisme Pasar
Alih Istik Wahyuni - detikFinance
Batubara (ist)
Demikian disampaikan Dirjen Minerbapabum Simon Sembiring disela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
"Kontrak-kontrak penjualannya sekarang kita evaluasi itu gimana. Kan tidak boleh perjanjian kontrak penjualan itu fix rate. Misalnya dibikin perjanjian 5 tahun, oke US$ 30 dolar per ton sampai 5 tahun ke depan. Nggak bisa dong," katanya.
Simon menegaskan, pemerintah menginginkan agar harga yang tercantum dalam kontrak penjualan batubara adalah formula yang fluktuatif. Sehingga harga penjualan batubaranya bisa mengikuti harga pasaran.
"Jadi kalau naik US$ 1 di harga pasar maka berapa persen naik harganya. Dan begitu juga kalau turun US$ 1, berapa persen turunnya," katanya.
Dengan formula seperti itu, menurut Simon, akan menguntungkan kedua pihak, baik penjual dan pembeli. Jadi ketika harga naik, penjual akan diuntungkan. Dan ketika harga turun, pembeli juga akan diuntungkan.
"Dengan begitu kan bisa mem-protect penjual dan buyer. Makanya itu harus ada klausul itu," tegasnya.
Selama ini, ada beberapa kontrak yang masih menggunakan harga tetap. Kalaupun ada yang berniat menggunakan eskalasi hanya mencantumkan klausul 'bisa ditinjau setiap tahun'.
Simon menegaskan, menggunakan harga tetap memang sah-sah saja secara bisnis selama kedua pihak setuju. Tapi disisi lain, jika harga dalam kontrak tetap rendah padahal harga pasar sudah tinggi, negara juga kehilangan potensi keuntungan.
Karena pemerintah memiliki bagian 13,5% dari penjualan batubara. Jadi kalau batubaranya dijual dengan harga di bawah harga pasar, pemerintah juga yang rugi. Belum lagi potensi pajak yang hilang karena penjualnya mendapatkan harga rendah.
"Secara bisnis itu oke saja, tetapi kan itu milik kita 13,5%. Kemudian kalau penghasilan dia kurang, pajak penghasilan dia juga kurang," kata Simon.
Namun Simon tidak merinci kapan kewajiban harga yang fluktuatif ini akan diberlakukan.
(lih/ddn)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Selasa, 22/05/2012 17:33 WIB
SBY Panggil Dahlan Iskan ke Istana Bahas Mobnas Listrik -
Selasa, 22/05/2012 18:28 WIB
Agus Marto: Banyak Perusahaan Tambang Tak Benar Bayar Pajak -
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Perusahaan Tambang Juga Diusir Kalau Tak Pakai BBN -
Selasa, 22/05/2012 17:59 WIB
Punya Kos-kosan 100 Kamar di Depok Wajib Punya IPAL -
Selasa, 22/05/2012 16:49 WIB
Dari 50 Perusahaan Minyak, Hanya 5 yang Capai Target Produksi
Komentar Terpopuler
-
Selasa, 22/05/2012 - 11:59
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Selasa, 22/05/2012 - 16:07
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Selasa, 22/05/2012 - 16:45
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Selasa, 22/05/2012 - 15:53
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



