Follow detikFinance
Rabu 05 Oct 2011, 14:17 WIB

MS Hidayat akan Terus Genjot Produksi Otomotif

- detikFinance
MS Hidayat akan Terus Genjot Produksi Otomotif
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat menegaskan akan terus menggenjot produksi sektor otomotif. Meskipun hal ini bertentangan dengan keinginan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Saleh.

\\\"Justru saya memacu untuk menambah produksi dibarengi dengan pembenahan infrastruktur,\\\" kata Hidayat saat menanggapi permintaan mengerem laju produksi otomotif, kepada detikFinance<\/strong>, Rabu (5\/10\/2011).

Hidayat pun menepis adanya permintaan menekan laju produksi kendaraan bermotor dengan alasan konsumsi BBM yang tinggi, merupakan alasan yang tak bisa diterima.

\\\"Itu (soal konsumsi BBM terus meningkat) tidak bisa dipakai, alasan untuk mengurangi produksi,\\\" katanya.

Keinginan meningkatkan produksi sektor otomotif bukan tanpa alasan, data BPS menunjukan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II-2011 naik 4,79% dibandingkan triwulan II-2010. Industri Kertas dan Barang dari Kertas naik 11,35% Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer naik 10,12%

Bahkan Pertumbuhan sektor industri pengolahan 2010 sangat ditopang dari kontribusi sektor industri alat angkut, mesin dan peralatan. Tahun 2010 pertumbuhan industri sektor alat angkut, mesin dan peralatan melesat 10,4% atau tertinggi dari 8 cabang industri lainnya.

Di sisi lain Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, mengatakan Indonesia tengah menghadapi masalah soal tingginya anggaran subsidi energi khususnya subsidi BBM. Karena itu Indonesia meminta negara anggota APEC terutama produsen otomotif untuk mengurangi<\/a> produksi dan pemasaran produknya di Indonesia.

\\\"Indonesia mengajak agar anggota APEC, khususnya yang maju industri otomotifnya, lebih memfokuskan kerjasama transportasi massal dan memperlambat atau membatasi peningkatan pemasaran dan produksi otomotifnya di Indonesia,\\\" kata Darwin beberapa waktu lalu.

Namun Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa Indonesia akan dijadikan basis produksi otomotif untuk pasar kawasan Asia Pasifik. Menurut Hatta tidak perlu ada pembatasan terhadap sektor otomotif di Indonesia yang selama ini terus tumbuh.

\\\"Kita bukan batasi sektor otomotif, tapi kita nanti dorong otomotif kita untuk tidak menggunakan oktan number di BBM yang rendah. Yang tentunya kendaraan bermotor nanti akan memakai BBM dengan oktan yang tinggi mengingat desain mesin yang semakin tinggi,\\\" jelas Hatta

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesoa (Gaikindo) Sudirman MR sebelumnya mengungkapkan sampai dengan saat ini total kapasitas maksimum perakitan mobil di Indonesia mencapai 860.000 unit per tahun.

Sudirman memprediksi angka 1 juta unit mobil akan tercapai lebih cepat pada 2013. Target produksi ini tentunya perlu didukung oleh kebijakan pemerintah serta kesiapan infrastruktur dalam negeri.
(hen/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed