Follow detikFinance
Rabu 05 Oct 2011, 14:46 WIB

Industri Otomotif Tak Bisa Direm, Menyangkut Jutaan Tenaga Kerja

- detikFinance
Industri Otomotif Tak Bisa Direm, Menyangkut Jutaan Tenaga Kerja
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan sektor otomotif menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia dan penyumbang banyak tenaga kerja. Sehingga tak mungkin sektor ini direm laju pertumbuhannya.

\\\"Kemenperin mendorong terus pertumbuhan industri otomotif, karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi, di mana lebih dari 1.000 industri perakitan, komponen, sub komponen, dan bahan baku terlibat di dalamnya, serta melibatkan lebih dari 3.000 dealer,\\\" tegas Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi kepada detikFinance<\/strong>, Rabu (5\/10\/2011).

Budi menuturkan, sektor ini juga sangat erat kaitannya dengan serapan banyak tenaga kerja. Setidaknya sektor otomotif menyerap jutaan tenaga kerja dari hulu hingga hilir.

\\\"Di mana total tenaga kerja terkait sektor industri dan distribusinya ini sekitar 1,5 juta pekerja,\\\" katanya.

Belum lagi jika melihat dari aspek peluang masuknya investasi. Belakangan ini saja, raksasa-raksasa pabrikan otomotif Jepang berkomitmen menyuntik banyak tambahan investasi baru di Indonesia

Pabrikan mobil seperti Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Nissan berjanji akan mengucurkan dana segar ke Indonesia. Bahkan yang terbaru ini adalah Toyota Motor Corporation berkomitmen menambah investasi Rp 6,1 triliun dengan perkiraan akan ada tambahan 15.000 orang tenaga kerja baru.

Di sisi lain Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, mengatakan Indonesia mengakui tengah menghadapi masalah soal tingginya anggaran subsidi energi khususnya subsidi BBM. Karena itu Indonesia meminta negara anggota APEC terutama produsen otomotif untuk mengurangi produksi dan pemasaran produknya di Indonesia.

\\\"Indonesia mengajak agar anggota APEC, khususnya yang maju industri otomotifnya, lebih memfokuskan kerjasama transportasi massal dan memperlambat atau membatasi peningkatan pemasaran dan produksi otomotifnya di Indonesia,\\\" kata Darwin beberapa waktu lalu.

Namun Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan Indonesia akan dijadikan industri dengan basis produksi otomotif untuk pasar kawasan Asia Pasifik. Menurut Hatta tidak perlu ada pembatasan terhadap sektor otomotif di Indonesia yang selama ini terus tumbuh.

\\\"Kita bukan batasi sektor otomotif, tapi kita nanti dorong otomotif kita untuk tidak menggunakan oktan number di BBM yang rendah. Yang tentunya kendaraan bermotor nanti akan memakai BBM dengan oktan yang tinggi mengingat desain mesin yang semakin tinggi,\\\" jelas Hatta.
(hen/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed