Follow detikFinance
Jumat 05 Dec 2014, 09:45 WIB

Laporan dari Singapura

Indonesia Produksi 53% Minyak Sawit Dunia

- detikFinance
Indonesia Produksi 53% Minyak Sawit Dunia
Singapura - Indonesia saat ini masih menjadi pemain terbesar di industri kelapa sawit dunia. Dengan kontribusi produksi nasional sebanyak 30 juta metrik ton per tahun, Indonesia mengungguli Malaysia.

Managing Director Asian Agri Group Kelvin Tio mengatakan, pada 2013 palm oil atau minyak kelapa sawit memberikan kontribusi sebesar 57 metrik ton di sektor minyak nabati‎. Lebih dari separuh angka tersebut berasal dari produksi nasional di Indonesia.

"Indonesia sebagai produsen utama di dunia berkontribusi 30 juta metrik ton atau 53%. Diikuti Malaysia sebanyak 19 juta metrik ton atau 33%, sisanya negara lain seperti Thailand, Nigeria, dan sebagainya," papar Kelvin di acara Media Gathering Royal Golden Eagle di Orchard Parade Hotel, Singapura, Jumat (5/12/2014).

Kelvin mengatakan, tahun ini, dengan banyaknya penambahan lahan dan perluasan pabrik di sektor industri kelapa sawit dunia, diperkirakan produksi global mencapai 60 juta metrik ton. Lagi-lagi Indonesia menjadi pemain utamanya.

"Kemudian pada 2020 diprediksikan total produksi minyak kelapa sawit itu 78 juta metrik ton. Indonesia sendiri bisa mencapai 42 juta metrik ton," tuturnya.

Industri ini, lanjut Kelvin, diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan semakin melunturnya isu deforestasi dan meningkatnya kebutuhan di negara-negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan Amerika Serikat. Di negara-negara itu, 5 tahun masih belum banyak permintaan kelapa sawit.

Indonesia khususnya, demikian Kelvin, bisa semakin memperluas pangsa pasar. Pasalnya, industri kelapa sawit di Malaysia cenderung stagnan sementara di Indonesia peluang untuk berkembang masih cukup besar karena lahan yang tersedia melimpah.

"Pertanyannya, apakah ini akan kita capai dengan segala macam tantangan yang kita hadapi di luar atau dalam negeri? Kalau kita lihat apa yang ada, sebagai produsen Indonesia dan Malaysia. Kita tahu Malaysia secara umum sudah stagnan. Kebutuhan minyak ini bisa dikatakan bahwa harapan datang di Indonesia. Indonesia diharapkan sebagai penggerak," jelasnya.

(zul/hds)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed