Follow detikFinance
Senin 30 Sep 2013, 08:25 WIB

OJK Panggil Prudential Terkait Masalah Asuransi Ahmad Dhani

- detikFinance
OJK Panggil Prudential Terkait Masalah Asuransi Ahmad Dhani
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memanggil pihak PT Prudential Indonesia terkait kasus tidak dibayarnya klaim asuransi Ahmad Dhani sejumlah Rp 500 juta.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan, otoritas akan memanggil Prudential dalam pekan ini untuk mengetahui duduk permasalahan sebenarnya antara kedua pihak.

\\\"Kita akan panggil perusahaan asuransi tersebut. Minggu ini akan coba kita panggil tentunya kita pelajari dulu kasusnya seperti apa,\\\" ujar Firdaus kepada detikFinance<\/strong>, Senin (30\/9\/2013).

Menurutnya, kasus soal tidak cairnya klaim asuransi ini perlu dikaji lebih jauh. Hal ini untuk pembelajaran juga di masyarakat akan pentingnya pemahaman perjanjian antara nasabah dengan perusahaan asuransi.

\\\"Ini kan jadi pembelajaran juga. Mungkin karena kasus kecelakaan ini penyebabnya kelalaian dan pelanggaran hukum sehingga klaimnya tidak cair, sementara sih kita lihatnya seperti itu, nanti kita pelajari lagi,\\\" ujarnya.

Terkait hal itu, pihaknya juga meminta kepada Ahmad Dhani untuk melapor ke OJK agar persoalannya segera bisa diselesaikan.

\\\"Kalau pun dari pihak Ahmad Dhani tidak melapor, kita akan coba panggil Prudential,\\\" ucapnya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani masih mempertanyakan mengapa asuransi menolak mengganti biaya berobat Dul di rumah sakit. Menurut Dhani, alasan pihak asuransi tak kuat.

Dhani menyebut asuransi menolak membayar ganti rugi karena Dul termasuk dalam kasus pelanggaran hukum. Namun hal itu disanggah Dhani.

\\\"Saya sangat menyesalkan kenapa asuransi tidak mau membayar. Pihak mereka beralasan ini adalah pelanggaran hukum, sementara mereka belum membuktikan bahwa ini adalah pelanggaran hukum,\\\" papar Dhani.

Dhani mengaku cukup terkejut dengan penolakan tersebut. Menurut Dhani, biaya berobat Dul mencapai Rp 500 juta rupiah.

Sementara seorang agen asuransi di Indonesia menyatakan, klaim asuransi Dul tidak bisa dicairkan karena Dul melanggar aturan yang diatur dalam polis.

\\\"Kenapa klaim asuransi kecelakaan Dul tidak dapat diklaim atau dibayar oleh pihak asuransi yang digunakannya, karena yang bersangkutan (Dul) terlibat kasus pelanggaran hukum negara yaitu berkendara tanpa memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan masih di bawah umur,\\\" kata agen asuransi yang tidak mau disebut namanya ini.

Menurutnya, dalam setiap polis asuransi di semua perusahaan asuransi dijelaskan, ada beberapa pasal-pasal yang dikecualikan oleh pihak asuransi atau hal-hal yang menyebabkan tidak bisa diklaimnya asuransi bagi seorang nasabah.

\\\"Seperti melakukan tindak kejahatan atau percobaan tindak kejahatan oleh pihak yang berkepentingan atas polis. Ada pula tindakan kejahatan atau percobaan tindak kejahatan atau pelanggaran hukum atau percobaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh peserta pada saat terjadinya penahanan atas diri seseorang termasuk peserta yang dijalankan oleh pihak berwenang,\\\" jelasnya.

Ditambahkannya, jadi dalam kasus Dul ini, Dul diduga melakukan pelanggaran hukum, karena mengemudikan mobil di bawah umur dan sudah pasti dia tidak memiliki SIM. \\\"Belum lagi jika di pengadilan dia terbukti bersalah, selain itu kasusnya dia sudah masuk dalam ranah hukum yang bisa mengakibatkan dirinya dihukum,\\\" ucapnya.

(drk/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed