Follow detikFinance
Kamis 17 Mar 2016, 10:56 WIB

Digital Banking Bisa Bikin Bunga Kredit Turun

Cindy Audilla - detikFinance
Digital Banking Bisa Bikin Bunga Kredit Turun Foto: Cindy Audilla
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan nasional lebih gencar menerapkan digital banking. Sebab, tingkat efisiensi digital banking sangat tinggi.

"Pemanfaatan teknologi digital secara optimal diyakini dapat meningkatkan efisiensi pada industri perbankan. Pada akhirnya dapat menurunkan suku bunga," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubolon, dalam acara Focus Group Discussion Digital Banking di Aula Bank Indonesia Kamis (17/3/2016).

Ia mengatakan, OJK akan mendorong perbankan nasional dan penyedia jasa telekomunikasi untuk mengoptimalkan layanan perbankan berbasis teknologi digital.

"Tujuannya agar transaksi perbankan menjadi lebih efisien, mudah, lebih simpel," katanya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pengembangan layanan perbankan digital di antaranya:
1. Penggunaan single identity (e-KTP) bagi nasabah
2. Persiapan infrastruktur TI dan lainnya yang handal
3. Penerapan risk management yang baik, model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan nasabah
4. Peningkatan kedisiplinan dan standardisasi SOP Telco khususnya penggantian SIM card nasabah
5. Pengamanan untuk mencegah masuknya cyber crime
6. Penyesuaian (dilakukan OJK) terhadap sejumlah regulasi, seperti kewajiban pertemuan tatap muka nasabah saat pembukaan rekening di bank sesuai dengan prinsip-prinsip dasar proses identifikasi, verifikasi, monitoring transaksi keuangan nasabah.

"Ya ini kan kaitannya dengan efisiensi. Efisiensi kecepatan layanan. Kalau kecepatan pelayanan bisa didukung dengan digital banking itu tentunya volumenya akan bisa meningkat dengan baik. Sementara fix costnya kan tetap. Nah secara unit kan pasti akan jauh lebih baik. Efisiensi jadinya intinya," katanya.

(ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed