Follow detikFinance
Jumat 21 Apr 2017, 20:43 WIB

Pedagang Pasar Klewer Solo Wajib Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Pedagang Pasar Klewer Solo Wajib Ikut BPJS Ketenagakerjaan Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mewajibkan seluruh pedagang Pasar Klewer untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut menjadi syarat pedagang untuk memperoleh kunci kios.

Dalam peresmian Pasar Klewer oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (21/4/2017), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pedagang.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan keikutsertaan pedagang dalam BPJS Ketenagakerjaan penting. Diharapkan pedagang dapat lebih merasa terjamin saat melaksanakan pekerjaannya.

"Kita tidak berharap terjadi hal-hal buruk. Tapi kalau misal terjadi, paling tidak sudah ada yang menjamin," katanya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengapresiasi langkah pemkot. Tidak hanya pemilik kios, karyawan pun harus diikutsertakan dalam program itu.

Dari empat program, pedagang Pasar Klewer minimal wajib mengikuti dua program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Sedangkan program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun tidak wajib.

BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dalam menyediakan kartu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. Satu kartu dapat digunakan sekaligus untuk pembayaran e-retribusi.

"Pemkot Surakarta merupakan kota pertama dalam melakukan inovasi pembayaran retribusi yang terintegrasi dengan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dalam satu kartu. Ini dapat ditiru daerah lain," terang Agus.

"Kami sangat berharap dukungan penuh Bapak Presiden Jokowi untuk implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan di seluruh Indonesia," pungkas Agus. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed