Follow detikFinance
Kamis 07 Dec 2017, 18:56 WIB

Ada yang Jual Elpiji 3 Kg Rp 25.000, Pertamina: Itu Oknum

Danang Sugianto - detikFinance
Ada yang Jual Elpiji 3 Kg Rp 25.000, Pertamina: Itu Oknum Foto: Ari Saputra
Jakarta - Terjadi kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram (kg) di banyak tempat. Bahkan di Ibu kota juga ikut langka.

Salah satu pembaca detikFinance, Ambar Arifin melaporkan bahwa di daerah Senayan dan Kemayoran juga sulit mendapati gas melon tersebut. Bahkan kelangkaan membuat lonjakan harga yang signifikan.

"Di SPBU-SPBU juga kosong. Sekalipun ada harganya bisa mencapai Rp 25 ribu per tabung," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (7/12/2017).

Menurut Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati, harga wajar satu tabung Elpiji 3 kg sekitar Rp 16 ribu. Menurutnya lonjakan harga tersebut lantaran ada oknum yang nakal.

"Oknum yang tidak bertanggung jawab. Harga resmi Rp 16 ribu per tabung," tegasnya.

Menurut Sari kelangkaan yang terjadi di beberapa daerah lantaran adanya peningkatan permintaan yang disebabkan adanya libur panjang pada akhir pekan kemarin, serta menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru.

"Itu menyebabkan terjadinya lonjakan permintaan," tuturnya.

Selain itu, katanya, saat ini masih banyak masyarakat yang seharusnya tidak berhak menggunakan Elpiji 3 kg. Hal itu membuat permintaan akan Elpiji 3 kg masih besar.

"Elpiji 3 kg diperuntukan bagi warga tidak mampu atau usaha kecil mikro," tambahnya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan operasi pasar dengan menambah pasokan di sejumlah wilayah marketing operation II yang meliputi Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Operasi pasar dilakukan sejak Senin kemarin

Penambahan pasokan bervariasi ada yang mencapai 60% lebih tinggi dibanding penyaluran normal. Di kota Bogor operasi pasar di gelar di 25 titik dengan menyalurkan sekitar 42% lebih banyak dibandingkan penyaluran normal.

Lalu di Depok pihaknya menyalurkan 24% lebih tinggi dari penyaluran normal. Lalu untuk wilayah Jakarta disalurkan 46% lebih tinggi dari rata-rata. Sementara Bandung, Cimahi dan Sumedang di salurkan 50% lebih tinggi.


(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed