Follow detikFinance
Senin 15 Jun 2015, 08:05 WIB

#dNewGeneration

Kreatif! Pemuda 21 Tahun Ini Jualan Jam Tangan dari Kayu

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kreatif! Pemuda 21 Tahun Ini Jualan Jam Tangan dari Kayu Foto: Deny Timothy (Wiji-detikFinance)
Jakarta -

Banyak ide bisnis yang ditampilkan para mahasiswa akhir Universitas Prasetya Mulya. Salah satunya adalah, ide bisnis jam tangan kayu ulin buatan Deny Timothy.

Deny, remaja tingkat akhir Universitas Prasetya Mulya berusia 21 tahun, sukses memasarkan jam tangan kayu ulin buatannya dengan mereka Zwagery. Deny pun memberikan ulasan bisnisnya, saat ditemui detikFinance dalam acara Entrepreneurship Prasetya Mulya di Plaza Bapindo, pekan lalu.

"Jam tangan kayu sekarang ini lagi booming, karena unik dan punya nilai tambah," katanya.

Ia juga punya alasan khusus mengapa memilih kayu ulin dibandingkan dengan jenis kayu lain. Menurut Deny, dilihat secara kualitas, kayu ulin lebih kuat dibandingkan kayu jati atau jenis kayu lainnya.

Proses pembuatannya, jam tangan didesain sedemikian rupa dari kayu ulin. Kemudian untuk komponen mesin jam tangan, Deny masih menggunakan mesin jam tangan asal Jepang Miyota.

"Kayu Ulin kenapa kami pakai? Kelasnya itu di atas kayu jati, harganya juga di atas kayu jati. Kayu Ulin jauh lebih kokoh, sehingga kami angkat untuk menjadi dasar pembuat jam tangan kayu yang kita gunakan," tuturnya.

Deny menceritakan, bisnisnya ini dimulai tahun 2013 lalu dengan keempat orang temannya. Modal awal yang dikucurkan Deny dan keempat kawannya adalah Rp 35 juta.

Dari usaha kerja kerasnya itu, Deny berhasil mempekerjakan 3 orang dan berhasil membangun pusat produksi jam tangan kayu ulin di Bantul, Yogyakarta. Dia juga menghasilkan 3 jenis produk jam tangan kelas premium dengan harga masing-masing Rp 1,3 juta/unit, Rp 1,4 juta/unit, dan Rp 1,5 juta/unit.

"Kalau pendapatan atau omzet, kasarnya itu sendiri sebulan itu paling rendah ada permintaan 15 unit tetapi peaknya bisa 25-30 unit," katanya.

Tidak sukses dijual di dalam negeri, berbagai permintaan pasar ekspor juga masuk, namun Deny masih mempertimbangkannya untuk memasok permintaan tersebut.

"Untuk masalah peminat banyak dari Jepang, Australia, dan Eropa. Peluangnya untuk ekspor cukup besar," sebutnya.

(hen/dnl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed