Follow detikFinance
Sabtu 19 Aug 2017, 08:27 WIB

Ini Yang Tidak Boleh Diajari ke Anak Tentang Uang

Tung Desem Waringin - detikFinance
Ini Yang Tidak Boleh Diajari ke Anak Tentang Uang Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Sebagai orang tua, Anda tentu ingin agar anak memiliki pemahaman uang yang baik demi masa depannya. Tapi sayangnya, kadang-kadang beberapa kebiasaan Anda justru merusak konsep keuangannya. Orang tua memiliki peranan penting untuk mengajari anak tentang uang dengan harapan bisa mendapat pelajaran berharga mengenai uang sejak dini.

Ada umur-umur tertentu di mana seorang anak bisa memahami nominal uang dan cara menggunakannya. Percakapan tentang hal ini pun perlu dipilah-pilah karena ada beberapa hal yang bisa Anda ajarkan, dan ada juga hal lain yang tidak seharusnya Anda ungkapkan pada anak-anak karena alasan tertentu.

Berikut yang perlu diwaspadai agar tak merusak konsep uang anak:

1. Uang Itu Baik atau Buruk

Uang adalah objek tak bernyawa, alias tidak hidup sehingga tidak 'membawa' kriteria baik atau buruk seperti halnya Anda mengatakan jika kursi adalah sebuah objek tak bernyawa, sehingga Anda pun tidak bisa menganggap bahwa kursi tersebut baik atau jahat. Begitu juga dengan uang karena uang hanya bisa digunakan untuk hal yang baik atau buruk oleh orang yang baik atau buruk.

2. Menggunakan Kartu Kredit di Depan Anak
Jangan pernah menggunakan kartu kredit untuk membayar di kasir, khususnya di hadapan anak usia prasekolah. Membayar dengan kartu kredit memberi pesan yang salah kepada anak-anak, bahwa membeli sesuatu itu semudah menggesek kartu di mesin pembayaran, upayakan selalu membayar dengan uang tunai saat bersama anak. Uang tunai sangat visual, memberi pesan bahwa ada pengurangan uang yang dimiliki saat berbelanja sehingga anak paham konsekuensi untuk memiliki sesuatu.

3. Memberi Anak Pinjaman Uang
Saat anak mulai memiliki uang sakunya sendiri, orang tua harus mengajarkan tanggung jawab dan komitmen pada saat yang sama. Ini penting untuk membuat anak tahu akan pilihannya dan menjalani konsekuensi atas keputusannya, Artinya, jika mereka menghabiskan uang saku bulanannya di minggu pertama setelah mendapatkan dari orang tua, artinya ia harus cukup dengan bekal makan siang tanpa uang saku di 3 minggu sisa bulan tersebut.

Dan, jangan pernah memberi anak uang tambahan atau pinjaman jika ia tak komit dengan rencana keuangannya sendiri. Jika mereka merasakan konsekuensi melanggar rencana keuangannya sendiri, mereka juga akan belajar membuat keputusan yang lebih cerdas selanjutnya.

4. Uang Dapat Memberikan Apa Saja yang Diinginkan
Selain hal di atas, mengajari anak tentang uang tersebut juga keliru. Bila Anda mengatakan, uang bisa memberikan apa saja ang diinginkan, Anda telah menularkan 'ilmu' yang salah karena sebenarnya ada beberapa hal dalam hidup yang tidak bisa dibeli dengan uang. Hal itu dapat berupa harga diri, penghormatan, cinta, kebahagiaan, teman, dan rasa percaya diri. Anda bisa saja mengajari anak tentang uang dengan cara menabung, mengatur keuangan atau berinvestasi, namun diskusikan juga bahwa uang tidak dapat membeli teman dan hal yang disebutkan di atas.

5. Yang Punya Uang Adalah yang Berkuasa
Mengajari anak tentang uang juga menyangkut masalah siapa yang bekerja dan menghasilkan uang, serta tidak bekerja di rumah. Anak-anak bisa belajar dengan cepat saat melihat siapa yang memiliki kuasa atas keuangan rumah tangga. Apalagi jika Anda ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan hanya menerima uang dari suami. Anak-anak perlu tahu bahwa di keluaga juga perlu kerja sama untuk mengatur keuangan. Bisa jadi ayah yang bekerja, namun ibu juga punya tugas untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga dengan membelanjakan uang dengan bijaksana.

6. Mengajarkan Untuk Menabung
Mengajari anak tentang uang tersebut juga perlu diluruskan. Memang mudah untuk mengatakan pada anak-anak untuk menabung. Anda perlu mengajari anak-anak untuk menabung dan menikmati hidup dengan uang yang dimiliki secara bijaksana.

Anda dapat memberitahu anak-anak, ada berbagai macam cara untuk melakukan hal tersebut sesuai dengan kepribadian, kondisi dan kemampuan diri. Mengajari anak tentang uang tidak harus dilakukan dengan kaku karena pada dasarnya ada berbagai macam cara untuk memandang uang sebagai alat pembayaran, namun tidak selamanya Anda bisa menggunakan uang untuk membeli kebahagiaan dan teman sejati.

Mau Menjadi Kaya Atau Bahkan Lebih Kaya di Tahun 2017? Download Sekarang Juga "61 Cara Menjadi Kaya by Tung DW dan Robert T.Kiyosaki" seharga Rp 997.000. Khusus Untuk 100 Orang Pembaca detikFinance Hari Ini, Saya Kasih GRATIS, Klik di Sini Untuk Download. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed