Follow detikFinance
Selasa 21 Mar 2017, 11:55 WIB

Mengenal EBA-SP, Instrumen Investasi Berbasis Kredit Perumahan

Danang Sugianto - detikFinance
Mengenal EBA-SP, Instrumen Investasi Berbasis Kredit Perumahan Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) merupakan instrumen investasi yang sudah diperkenalkan kepada investor sejak 2009. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) merupakan lembaga yang menerbitkan instrumen tersebut di pasar modal.

Meski sudah diterbitkan beberapa tahun yang lalu, namun masih sedikit dari investor baik perorangan maupun lembaga seperti dana pensiun (dapen) yang belum memahami EBA-SP. Padahal jika ditelaah instrumen investasi ini juga terbilang cukup menarik.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menjelaskan, EBA-SP merupakan investasi dalam rangka pembiayaan sekunder. Jadi misalnya salah satu bank penyalur kredit perumahan ingin mendapatkan dana segar bisa menjadikan tagihan kredit tersebut sebagai instrumen investasi yakni EBA-SP.

Sehingga dengan kata lain membeli EBA-SP sama dengan membeli tagihan kredit perumahan dari perbankan. SMF pun sudah beberapa kali bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) guna menerbikan EBA-SP.

"Sejak tahun 2009, sampai dengan 2016 SMF telah memfasilitasi 10 kali transaksi sekuritisasi di mana 9 kali dilakukan bekerja sama dengan Bank BTN dan 1 kali bersama Bank Mandiri," tuturnya dalam acara sosialisasi dengan tema 'Pemahaman Teknis Operasional EBA-SP' di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Kepala Bagian Pengawasan Dana Pensiun PPIP dan DPLK OJK Armansjah mengatakan, sebenarnay insutrumen EBA-SP juga sangat cocok untuk pengelola jangka panjang seperti dapen. Sebab EBA-SP tidak terdapat risiko perantara.

"Artinya kalau terjadi apa--apa sama SMF portofolio EBA-SP yang dikelola tidak terganggu," terangnya.

Kemudian aset tagihan kredit perumahan yang dijual juga terbagi dari berbagai kelas. Sehingga investor bisa memiliki EBA-SP yang diinginkan berdasarkan tingkat risikonya.

Tak hanya itu, menurut Armansjah, EBA-SP juga memiliki jaminan yang pasti yakni sertifikat tanah. Sehingga risikonya semakin minim.

"Misalnya dari 100 ribu konsumer KPR ada kegagalan 1 atau 2 nasabah. Itu secara keseluruhan tidak terpengaruh pada kinerja EBA-SP. Tapi bayangkan pada obligasi perusahaan, tiba-tiba perusahaan tersebut terganggu. Ini pronya EBA-SP, karena adanya diversifikasi," tandasnya. (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed