Follow detikFinance
Selasa 13 Sep 2016, 06:52 WIB

Baru Menikah, Tinggal di Apartemen atau Rumah?

Rumahku - detikFinance
Baru Menikah, Tinggal di Apartemen atau Rumah? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Memilih tempat tinggal yang sesuai bisa jadi hal yang sulit bagi pasangan pengantin baru. Menetap di apartemen atau rumah adalah pilihan yang tepat. Namun manakah yang paling baik untuk dilakukan?

Bagi pasangan muda yang telah memiliki banyak tabungan, maka hunian apartemen bisa menjadi pilihan terbaik. Investasi jangka panjang di hunian ini akan memberikan keuntungan di masa mendatang.

Letaknya yang cenderung strategis dan berpotensial untuk disewakan di kemudian hari membuat apartemen menjadi layak untuk dipertimbangkan. Setidaknya hunian ini memberikan nilai prestisius kepada para penghuninya. Namun di balik itu, menetap di rumah tapak juga menjadi solusi alternatif yang menguntungkan.

Sebenarnya apa yang menjadi keuntungan dan kerugian menetap di kedua jenis hunian ini? Simak ulasan berikut:

Rumah
A. Kelebihan:
  • Bisa mendapatkan kepemilikan tanah dan bangunan. Bukti berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) bisa menguntungkan pemilik rumah di kemudian hari
  • Bisa dijadikan investasi jangka panjang. Harga rumah akan selalu meningkat setiap tahunnya, dengan demikian harga rumah yang ditempati saat ini dipastikan akan melonjak tajam di kemudian hari
  • Mudah untuk dimodifikasi dan direnovasi sesuai keinginan pemilik
  • Saat anggota keluarga bertambah, maka rumah juga dapat diperlebar atau di tingkat tanpa ada larangan.
B. Kekurangan:
  • Perawatan rumah memang akan lebih besar dibandingkan hunian lainnya. Namun besaran biaya akan kembali lagi pada ukuran dan material bangunan yang digunakan di rumah tersebut.
  • Akan lebih sulit bagi Anda untuk menjual rumah, mengingat harganya yang kian meningkat dari tahun ke tahun

Apartemen
A. Kelebihan:
  • Memiliki fasilitas yang lengkap dan bisa diakses oleh seluruh penghuni apartemen. Selain itu apartemen biasanya berada di lokasi yang strategis.
  • Bisa dijadikan investasi jangka menengah dengan cara disewakan.
  • Memiliki fasilitas perawatan yang disediakan oleh pihak apartemen
B. Kekurangan:
  • Pemilik hanya memiliki sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) dan bukan SHM (Sertifikat Hak Milik)
  • Kehidupan di apartemen akan lebih individualis dibandingkan di lingkungan perumahan. Tetangga cenderung tidak saling mengenal dan acuh satu sama lain
  • Saat tinggal di apartemen, pemilik harus mengikuti berbagai peraturan yang terkadang merugikan. Misalnya seperti memelihara hewan peliharaan dan berkebun.
(Sumber: Rumahku.com) (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed