DPR Cecar Kapolri Perihal Kaburnya Adrian Waworuntu

Dian Intannia - detikfinance
Senin, 14/02/2005 22:22 WIB
Jakarta -Rapat kerja Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar dengan Komisi III DPR-RI yang dilangsungkan Senin (14/2/2005) di Gedung Nusantara II DPR/MPR RI diramaikan dengan cecaran anggota dewan. Anggota dewan mempertanyakan perihal suap dan kaburnya Adrian, terdakwa kasus pembobolan BNI Rp 1,7 triliun. Anggota dewan juga mempertanyakan pertanggungjawaban anggota polri yang terkait kaburnya Adrian. Bahkan Kapolri dituding pernah bertemu dengan buronan itu di Mexico, tahun 2004 lalu. Benarkah? Cecaran anggota dewan terhadap Kapolri sudah dimulai pada awal rapat kerja tadi pagi. Hj. Azlani Agus mempertanyakan status hukum Brigjen Pol Samuel Ismoko selaku penanggung jawab pengusutan bobolnya BNI. "Harusnya kasus ini masuk peradilan umum. Kalau begini kan kesannya polri kebal hukum," ungkap Azlani pagi tadi. Anggota dewan lainnya, Dewi Asmara dan Benny Herman mempertanyakan bagaimana penegakan hukum yang berlaku pada jajaran polri. Menurutnya, semua anggota polri harus tunduk pada peradilan umum. Kapolri dalam hal ini, tuntut anggota dewan, harus memberikan penjelasan yang selengkap-lengkapnya, jangan terkesan menutupi borok kepolisian. Bahkan Panda Nababan mengatakan bahwa ada konflik internal di kepolisian dalam mengungkapkan perihal kaburnya Adrian. Juga perihal penyuapan Adrian kepada sejumlah anggota polri. Bahkan Panda menuding Kapolri telah mengadakan pertemuan rahasia dengan Adrian semasa Adrian jadi buronan. Dengan nada tinggi, Panda menuding bahwa Kapolri pernah mengadakan pertemuan rahasia dengan Adrian di salah satu tempat di negara Mexico tahun lalu. "Paspor Adrian sengaja dihilangkan karena dari paspor akan terungkap ada cap keberangkatan Adrian ke Mexico dan bertemu dengan Kapolri sewaktu mengikuti pertemuan Interpol di Mexico," tuding Panda. Namun Kapolri spontan membantah tudingan Panda. Menurut Kapolri, dirinya memang sempat berada di Mexico. Tetapi kedatangannya ke Mexico tidak terkait sama sekali dengan Adrian. Kapolri tengah berada di Mexico untuk mengikuti sidang interpol internasional. Waktu itu Kapolri hadir sebagai pembicara. "Melihat Adrian saja saya belum pernah. Saya datang ke Mexico untuk memberikan presentasi singkat selama 20 menit di sidang interpol internasional. Mudah-mudahan ini bukan fitnah, tetapi cuma kecintaan saja pada diri saya," jawab Kapolri sambil terkekeh. Kapolri melanjutkan bahwa perihal kaburnya Adrian ke luar negeri, saat itu pihaknya telah mengirimkan 2 kelompok untuk melakukan pengejaran ke Los Angeles. Tim pertama dipimpin oleh Kombes Pol Irman Santoso, tim lainnya dipimpin oleh Brigjen Pol Gorries Merre. Setelah berada di LA, diketahui rencana kepergian Adrian ke Singapura. Namun saat ditunggu di bandara ternyata Adrian tidak terbang langsung ke Singapura, tetapi singgah ke Taiwan sebelum sowan ke Singapura. Setelah dari Singapura, diketahui informasi rencana kepulangannya ke Menado melalui Medan. Di Medanlah, polisi berhasil menangkap Adrian. Namun yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana Adrian bisa kabur ke luar negeri? Lewat pintu manakah? Mengapa paspor Adrian dihilangkan? Siapa yang membantu kaburnya Adrian? "Memang ada yang disembunyikan Adrian dan KBP Irman Santosa. Untuk itu, 3 anggota polri sedang diperiksa intensif. Namun sampai sekarang ketiganya, juga Adrian masih tutup mulut," jelas Kapolri. Ketiga perwira yang dimaksud adalah Irman Santosa, Pandit dan Agus Salim. Kapolri mengatakan bahwa ada analisis bahwa Adrian sengaja menghilangkan paspor untuk mamastikan bahwa dirinya tidak melarikan diri, tapi tetap berada di Indonesia. Bahkan ada indikasi bahwa paspor Adrian disembunyikan karena paspor Adrian tidak di cap sewaktu meninggalkan Indonesia. "Saya betul-betul tidak mau dibohongi. Kuncinya ada di tangan dia (Irman) dan Adrian. Oleh karena itu saya proses betul mereka. Dimana paspor itu. Kita punya analisis paspor itu tidak dicap sehingga dia bisa katakan dia masih berada di Indonesia," lanjut Kapolri. Kapolri mengatakan bahwa dalam penegakan hukum perihal suap dan kaburnya Adrian yang disangkakan terhadap Brigjen Pol Samuel Ismoko, terus dilanjutkan. Kepastian hukum Ismoko akan ditentukan melalui penyelidikan pidana. Nasib Ismoko nantinya tergantung dari keterangan ketiga anggota tersebut. "Kasus Ismoko baru terbukti seputar pemberian fasilitas ditahan diluar ruang tahanan. Hukum sedang berjalan, semuanya masih berproses," janji Kapolri.
(dni/)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut