detikfinance

SBY: Penemuan Energi Baru Bisa Membantu Rakyat Miskin

Dian Intannia - detikfinance
Senin, 18/04/2005 11:50 WIB
Jakarta -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap ada penemuan energi baru untuk menggantikan penggunaan energi konvensional seperti minyak dan gas bumi. Sebab energi konvensional mahal harganya sehingga banyak rakyat miskin tidak bisa menikmatinya. Hal itu disampaikan dia dalam sambutannya saat membuka Kongres Regional Energi Perbarukan Dunia dan Eksibisi Tahun 2005 di Istana Negara Jalan Veteran Jakarta Pusat, Senin (18/4/2005). Diakuinya, hingga kini penggunaan energi perbarukan belum sepenuhnya menggembirakan. Hal ini ditunjukkan dari tingginya ketergantungan terhadap energi konvensional. "Masalah pencarian energi alternatif tidak mungkin dapat dipecahkan sendiri. Untuk itu diperlukan kerja sama lebih lanjut dengan negara di Asia Afrika untuk mencari solusi alternatif energi konvensional. Karena tidak sedikit negara-negara di Asia Afrika yang memiliki jumlah rakyat miskin yang tinggi," kata SBY. Secara ekonomis, lanjut dia, energi konvensional mahal harganya. Padahal masih banyak umat manusia di berbagai belahan bumi yang tidak mampu mengkonsumsi energi konvensional tersebut. Tidak sedikit negara yang menghabiskan dana cukup besar untuk mensubsidi energi sehingga bisa dijangkau daya beli rakyat, termasuk Indonesia. "Pengalaman negara kami yang sudah lebih dari tiga dekade mengeluarkan dana subsidi untuk BBM patut menjadi bahan kajian yang mendalam. Pemerintah selalu berhadapan dengan dilema setiap kali akan mengurangi subsidi karena melonjaknya harga minyak dunia," ujar SBY. Langkah tersebut, lanjut dia, terpaksa ditempuh mengingat beban keuangan yang sangat berat terhadap APBN. Walaupun selalu saja menimbulkan gejolak sosial dan plitik menjelang dan pasca pengurangan subsidi, dia bersyukur penurunan subsidi BBM pada bulan Maret lalu dapat dipahami oleh masyarakat Indonesia. "Kami patut beryukur langkah terakhir yang kami tempuh dalam rangka mengurangi subsidi Maret lalu. Meski ada gejolak, dapat kami kelola dan atasi. Semua hanya mungkin terjadi berkat sosialisasi dan komunikasi yang luas kepada publik melalui media massa dan sejumlah upaya lainnya, dan bagian terbesar negara kami dapat memahami kebijakan ini," kata SBY. Dia pun berharap agar kongres yang diikuti sejumlah negara sahabat di Asia Afrika itu akan menghasilkan rumusan dan rekomendasi bagi penemuan energi, khususnya di negara Asia Afrika. "Walaupun setiap tahun ditemukan cadangan baru di berbagai belahan dunia. Namun cepat atau lambat cadangan minyak dan gas bumi semakin menipis. Suatu ketika minyak dan gas bumi akan habis karena terus menerus dieksploitasi dan dikonsumsi," kata SBY. Menurutnya, penemuan energi baru penting artinya sehubungan dengan ancaman kelangkaan dan implikasi negatif penggunaan energi konvensional seperti minyak dan gas bumi. "Ketergantungan pada energi konvensional mengandung banyak risiko. Selain menipisnya cadangan minyak bumi, juga mengakibatkan polusi yang meluas dan berefek lebih lanjut pada pemanasan global dan perubahan iklim yang biasa disebut efek rumah kaca," urai SBY yang juga menyampaikan sambutan dalam versi bahasa Inggris.
(sss/)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close