detikfinance

BI: Laba Perbankan Terpengaruh Keluarnya PBI No. 7/2005

Dadan Kuswaraharja - detikfinance
Selasa, 31/05/2005 11:42 WIB
Jakarta -Selain Bank Mandiri, bank-bank lain kemungkinan labanya akan terpengaruh oleh keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7 tahun 2005 (PBI No. 7/2/PBI/2005) tentang kualitas aktiva produktif. Aturan baru yang dikeluarkan BI ini bisa menyebabkan Pencadangan atau Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) suatu bank bertambah sehingga mengurangi labanya. Demikian Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan BI, Siti Fadjrijah, kepada wartawan di sela-sela bankers forum dengan tema bank jangkar di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (31/5/2005). Fadjrijah menjelaskan, dalam PBI No.7 tahun 2005, terdapat satu konsep yang disebut one obligor. Dengan konsep itu, misalnya ada satu debitur dibiayai 5 bank dan mendapat nilai 2 (kolektabilitas) dari satu bank. Namun jika bank lainnya memberi nilai lain misalnya kolektabilitas 3 atau 4, maka bank yang memberi kolektabilitas 2, harus bersedia menurunkan kolektabilitas debitur itu menjadi 3 atau 4 juga. "Jadi mereka harus kompromi, harus ada yang turun," tegas Fadjrijah. Dengan penurunan kolektabilitas ini, menurut Fadjrijah, akan menyebabkan laba suatu bank berkurang karena bertambahnya PPAP. "Kalau PPAP-nya bertambah, artinya labanya juga berkurang karena biayanya bertambah," ujar Deputi Gubernur BI terpilih ini. Efek lainnya, kata Siti, adalah adanya penambahan non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah. Fadjrijah mengungkapkan, bank-bank kemungkinan sudah menerapkan aturan ini untuk kinerja keuangan semester I atau triwulan depan. "Soalnya dari laporan keuangan itu harus dicocokkan dengan catatan di BI untuk pengumuman kinerja keuangan semester depan atau triwulan depan," tambah Fadjrijah. Untuk mengecek kolektabilias debitur, lanjut Fadjrijah, Bank Indonesia sudah menyediakan fasilitas dalam sistem informasi debitur sehingga perbankan dapat mengecek kolektabilitas dari debitur yang sama. Seperti diketahui, Senin (30/5/2005), Bank Mandiri mengumumkan laba bersih selama triwulan I tahun 2005 turun hingga 70,2 persen menjadi Rp 519 miliar. Penurunan laba bersih Bank Mandiri ini menurut Wapresdir Wayan Agus Mertayasa, disebabkan adanya penyesuaian kolektabilitas Bank Mandiri mengikuti PBI No 7 tahun 2005. Dengan regulasi baru itu, mengharuskan bank melakukan beberapa penyesuaian di antaranya, pertama, hari tunggakan pembayaran bunga yang lebih pendek antara 60 sampai 90 hari untuk NPL. Kedua, penetapan kebijakan kolektabilitas oleh bank harus sesuai dengan hasil review BI. Ketiga, penetapan kolektabilias yang paling rendah adalah untuk debitur yang memiliki fasilitas di bank lain. Keempat, penurunan kolektabilitas satu tingkat untuk debitur yang belum menyerahkan laporan keuangan dengan maksimum kolektabilitas kurang lancar.
(qom/)





Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut