detikfinance

Muhammadiyah Bangun Jaringan Koperasi Baitul Tamwil

Bagus Kurniawan - detikfinance
Jumat, 27/04/2007 18:27 WIB
Jakarta -Untuk membangun kembali ekonomi mikro berbasis kerakyatan, Muhammadiyah akan membangun jaringan Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan, H. Anwar Abbas disela-sela acara Sidang Tanwir Muhamdiyah di Hotel Garuda, Jalan Malioboro Yogyakarta, Jumat (27/4/2007). "Muhammadiyah telah menetapkan beberapa program prioritas di bidang ekonomi diantaranya menumbuhkan, mengembangkan lembaga keuangan mikro dengan membangun jaringan Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) di seluruh Indonesia," kata Anwar. Menurut dia, jaringan tersebut dibentuk dalam wadah Induk Koperasi Syariah Muhammadiyah. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan sektor UKM dan kewirausahaan melalui penciptaan permodalan, peningkatan wawasan, profesionalitas dan manajemen. Dalam waktu 2-3 bulan mendatang akan berdiri mini market di sejumlah wilayah. Mini market yang dibentuk Muhammadiyah itu rencananya akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan mini market yang sudah ada. "Tempat usaha itu tak hanya menjual produk pabrikan tapi juga produk usaha kecil dari masyarakat," ujarnya. Agar sektor tersebut dapat berjalan dengan baik, pemerintah juga harus mengeluarkan kebijakan yang mendorong dan memberikan proteksi bagi pertumbuhan UKM dan mengurangi kehadiran sektor asing. Sidang Tanwir Muhammadiyah kali ini menyoroti tergesernya ekonomi kerakyatan oleh ekonomi kapitalis setelah pemerintah membuka lebar pintu masuk bagi modal asing.
(bgs/ddn)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut