detikfinance

Bekasi Kota Paling Kotor

Nograhany Widhi K - detikfinance
Rabu, 06/06/2007 16:13 WIB
Jakarta -Kehidupan ibarat dua sisi mata uang. Bila ada kota terbersih di Indonesia, pasti ada pula yang terkotor. Kota mana saja itu? Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, untuk kategori kota metropolitan, kota yang terkotor adalah Bekasi dengan nilai 63,78. Angka penilaian ini merupakan skala nilai sedang. Menyusul di belakangnya, Kota Tangerang di Provinsi Banten dengan nilai 64,44 (sedang). Terkotor selanjutnya Bandung, Jawa Barat dengan nilai 64,69 (sedang), disusul Depok, Jabar, dengan nilai 65,06 (sedang). Makassar, Sulsel juga jadi salah satu kota terkotor dengan nilai 67,56 (sedang). Untuk kategori kota besar, yang terkotor adalah Kabupaten Tangerang yang nilainya 53,52 (jelek). Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga terkotor dengan nilai 62,62 (sedang). Menyusul kemudian, Kota Bogor, Jawa Barat dengan nilai 63,32 (sedang), Bandar Lampung, Lampung dengan perolehan 65,52 (sedang), dan Samarinda, Kaltim dengan nilai 65,31 (sedang). Dalam kategori kota kecil, yang terkotor adalah Kota Aimas, Sorong, Irjabar dengan nilai 44,16 (sangat jelek), disusul Kota Kasipute di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara dengan perolehan 44,17 (sangat jelek). Kota terkotor lainnya adalah Lasusua di Kabupaten Kolaka Utara, Sulteng dengan capaian nilai 45,23 (sangat jelek), Andoolo di Kabupaten Konawe Selatan, Sulteng dengan nilai 45,30 (sangat jelek), dan Pasar Wajo, Kabupaten Buton, Sulteng dengan angka 45,33 (sangat jelek). "Untuk tahun ini dari sekitar 382 kota, yang lulus hanya sekitar 22 persen," ujar Menneg LH Rachmat Witoelar dalam keterangan pers di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (6/6/2007). Dengan angka itu, lanjut Rachmat, berarti yang tidak bersih atau tidak lulus sekitar 78 persen. "Yang lulus ini sudah meningkat sejak tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya hanya 11,3 persen," tukasnya. Deputi Menteri Bidang Pencemaran M Gempur Adnan menjelaskan, skala penilaian itu telah dibagi. Yang sangat jelek nilainya berkisar 30-50, yang jelek 50-60, cukup 60-70, baik 71-85, dan yang sangat baik 85-90. "Yang di bawah 30 tidak kita nilai," terang Gempur.
(nvt/sss)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut