detikfinance

PLTU Pacitan Mulai Dibangun, PLTP Darajat III Beroperasi

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Selasa, 14/08/2007 14:47 WIB
Jakarta -PLTP Darajat III, Garut, Jawa Barat hari ini mulai beroperasi dan sudah mengalirkan listrik ke PLN. Sementara PLTU Pacitan pada hari ini sudah dimulai pembangunannya. Untuk PLTP Darajad III yang dikelola Chevron Geohtermal Indonesia, kapasitasnya mencapai 110 MW dan diperkirakan bisa melayani sekitar 700 unit rumah. Tambahan listrik ini melengkapi pasokan listrik bertenaga panas bumi yang digarap Chevron melalui PLTP Darajat I&II sebelumnya. Total kapasitas semua PLTP itu mencapai 259 MW. "Pengembangan proyek energi terbarukan ini signifikan mengukuhkan kami sebagai penghasil energi geothermal terbesar di dunia," kata John Watson, Presiden Chevron International Exploration and Production dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Selasa (14/7/2007). Darajat III merupakan proyek energi geothermal terbesar di dunia yang terdaftar dalam program Clean Development Mechanism (CDM), sebuah instrumen Protokol Kyoto untuk mendorong implementasi pengurangan dampak gas rumah kaca dari kegiatan- kegiatan produksi. Selain PLTP Darajat, Chevron juga mengelola PLTP Salak yang berlokasi di Garut juga. Keduanya memulai produksi komersialnya sejak awal 1990-an. Pembangunan Darajat II dan III dilakukan bersama partner lokal PT. Darajat Geothermal Indonesia yang berada di bawah Joint Operation Contract dengan Pertamina. PLTU Pacitan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro pada hari ini secara simbolis memulai pembangunan PLTU Pacitan 2x315 MW dengan pemasangan tiang pancang pertama, di Desa Sukarejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Bahan bakar yang digunakan untuk PLTU Pacitan adalah batubara dengan kalori rendah (Low Rank Coal) yang akan didatangkan dari Kalimantan dan Sumatera. Peralatan utama untuk pembangkitan listrik PLTU Pacitan terdiri dari Boiler, Turbin, dan Generator. Alat transportasi dari sumber batubara akan menggunakan tongkang (barge) dengan kapasitas 12.000 DWT (Dead Weight Ton) dan kapal (vessel) dengan kapasitas 20.000 DWT. Kebutuhan batubara untuk operasional pembangkit diperkirakan sebanyak 2,3 juta ton per tahun dan diperkirakan lalu lintas pelayaran keluar masuk dermaga yang akan dilayani berkisar antara 20 sampai dengan 30 trip setiap bulannya. Dalam upaya memenuhi kebutuhan akan transportasi bahan bakar ini, maka pada lokasi pembangkit akan dibangun sebuah dermaga bongkar muat batubara.
(lih/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut