detikfinance

RI Belum akan Tarik Mainan Cina

Arin Widiyanti - detikfinance
Rabu, 22/08/2007 15:41 WIB
Jakarta -Pemerintah belum berniat untuk mengumumkan penarikan mainan dari Cina meski hasil tes menunjukkan adanya kandungan timbal hingga 4 kali lipat dari batas normal. "Ya kita akan memberikan informasi dulu kepada masyarakat karena belum ada SNI. Kita memberikan informasi kepada konsumen dulu dalam rangka perlindungan konsumen," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Ia menyampaikan hal itu di sela-sela seminar sehari bertajuk 'Pembenahan Sistem Distribusi dan Perkulakan' di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/8/2007). Mari menyatakan hal itu menanggapi adanya hasil tes Sucofindo atas mainan Cina yang mengandung timbal 4 kali lipat di atas standar yang dibolehkan. Meskipun belum ada standarnya, pemerintah mewajibkan produsen mainan untuk tidak memakai materi yang mudah terbakar, tidak mudah lepas dan tidak mengandung magnet. Jadi syarat-syaratnya sudah ada. "Tapi kita telah memahami faktor keamanan. Syarat-syarat faktor keamanan itu sudah ada tapi karena belum ada SNI wajib masih sulit memantau penerapannya," ujarnya. Untuk membuat SNI, Departemen Perdagangan harus berkoordinasi dahulu dengan Departemen Perindustrian. Karena Depdag hanya bertugas mengawasi peredaran barang saja. Sejumlah negara seperti AS, Peru dan Inggris secara resmi telah mengumumkan penarikan mainan dari Cina karena kandungan timbal yang melebihi batas, dan dikhawatirkan membahayakan anak-anak.
(ddn/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Kamis, 27/11/2014 08:55 WIB
    Wawancara Khusus Menteri PU Pera
    Cerita Menteri Basuki Blusukan Bareng Jokowi ke Tanah Sumatera
    Presiden Joko Widodo baru saja menyelesaikan kunjungan lapangan atau yang biasa dikenal sebagai blusukan selama 2 hari di tanah Sumatera. Jokowi meninjau pelabuhan, pembangkit listrik, sampai sawah.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut