Jumlah Impor Kedelai Ditambah Bisa Turunkan Harga
Senin, 14/01/2008 14:16 WIB
Jakarta - Pemerintah menyatakan langkah yang tepat untuk menurunkan harga kedelai dengan cara menambah jumlah impor kedelai. Bukan dengan pemerintah kembali berperan dalam tata niaga kedelai.
Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Ardiansyah Parman usai diskusi Analisa Kebijakan dan Prospek Perdagangan 2008" di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2008).
"Saat ini yang lebih dibutuhkan adalah penambahan jumlah impor bahan baku kedelai. Sehingga kemungkinan diberlakukannya kembali tata niaga kedelai sangat kecil," ujar Ardiansyah.
Menurutnya, dengan tata niaga kedelai disatu sisi dapat memberikan kepastian harga. Namun disisi lain, jika harga kedelai dunia sedang tinggi, maka tata niaga kedelai tidak dapat memberikan kestabilan harga.
"Saat ini harga kedelai dipasaran dunia naik menjadi US$ 600/metrik ton dari US$ 300/metrik ton. Porsi impor kita juga mencapai 70%. Jika harga dunia juga sedang tinggi, tata niaga kedelai juga kurang efektif dan lebih high cost economy," jelas Ardiansyah.
(dro/arn)
Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Ardiansyah Parman usai diskusi Analisa Kebijakan dan Prospek Perdagangan 2008" di kantornya, Jakarta, Senin (14/1/2008).
"Saat ini yang lebih dibutuhkan adalah penambahan jumlah impor bahan baku kedelai. Sehingga kemungkinan diberlakukannya kembali tata niaga kedelai sangat kecil," ujar Ardiansyah.
Menurutnya, dengan tata niaga kedelai disatu sisi dapat memberikan kepastian harga. Namun disisi lain, jika harga kedelai dunia sedang tinggi, maka tata niaga kedelai tidak dapat memberikan kestabilan harga.
"Saat ini harga kedelai dipasaran dunia naik menjadi US$ 600/metrik ton dari US$ 300/metrik ton. Porsi impor kita juga mencapai 70%. Jika harga dunia juga sedang tinggi, tata niaga kedelai juga kurang efektif dan lebih high cost economy," jelas Ardiansyah.
(dro/arn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 09:57 WIB
AAA Sekuritas: Minin Sentimen Positif, Indeks Akan Melemah
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
