detikfinance

Pertumbuhan Perbankan 2007 Semu

Wahyu Daniel - detikfinance
Rabu, 16/01/2008 14:33 WIB
Jakarta - Pertumbuhan perbankan nasional sepanjang tahun 2007 memperlihatkan pertumbuhan yang semu. Keuntungan perbankan 2007 tidak diikuti dengan perbaikan kinerja fundamental.

Pengamat ekonomi Rizal Ramli mengatakan, pertumbuhan semu sektor perbankan juga menjadi indikator penyebab bubble disektor finansial.

"Setahun terakhir industri perbankan Indonesia mencatat keuntungan yang meningkat. Net Interest Margin (NIM) perbankan di 2007 mencapai 5,7 persen dan merupakan yang tertinggi di dunia. Akibat kenaikan dari keuntungan selisih bunga itu saham-saham perbankan sangat diminati investor," tuturnya dalam seminar Economic Outlook 2008 di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (16/1/2008).

Namun peningkatan tersebut bukan kepada peningkatan kredit yang terkait sekttor riil tapi lebih pada peningkatan kredit konsumsi.

"Pada 2006 kredit perbankan hanya tumbuh 14 persen, sementara 2007 meningkat menjadi 25 persen tetapi sebagian besar peningkatan tersebut untuk kredit konsumtif, sementara kredit investasi baru dalam tahap alokasi dan persetujuan kredit," ujarnya.

Tahun 2008, menurut Rizal kredit perbankan diperkirakan tumbuh mencapai 20 persen. "Tapi masalahnya suku bunga tetap tinggi dan risiko kredit konsumer semakin besar," katanya.

(dnl/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.