detikfinance

10 Produsen Paku dan Kawat Gulung Tikar

Indro Bagus SU - detikfinance
Rabu, 16/01/2008 17:02 WIB
Jakarta - 10 perusahaan produsen paku dan kawat terpaksa gulung tikar, sedangkan yang masih bertahan menurunkan produksinya hingga 50%. Hal ini disebabkan membanjirnya produk impor dengan harga miring dari China, ditambah semakin melonjaknya harga baja.

Demikian dikatakan Ketua Umum Ikatan Pabrik Paku dan Kawat Indonesia (Ippaki), Ario N. Setiantoro, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (16/1/2008).

"Kami menyerah kalau bersaing dengan produk China. Dari 35 perusahaan, sekarang yang
beroperasi tinggal 25. Itu pun harus menurunkan produksi sampai 50%," keluhnya.

Saat ini harga paku produksi dalam negeri dijual dengan harga Rp 14 ribu per kg. Harga tersebut naik 180% dari harga jual pada awal 2007 yang sebesar Rp 5 ribu per kg. Sementara harga paku impor dari China, dijual dengan harga tetap pada kisaran Rp 8.800 per kg.

Ario menambahkan, akibat kondisi tersebut produksi paku dan kawat dalam negeri biasanya satu pabrik bisa mencapai 3 ribu metrik ton per bulan. Namun saat ini hanya mampu produksi sekitar 1.000-1.500 metrik ton.

Ario menuding bea masuk (BM) yang rendah untuk kawat baja sebesar 15% dan paku yang sebesar 5% telah memberikan kesempatan pada produk paku dari China menguasai pasar Indonesia.

"Oleh karena itu, kita meminta pada pemerintah agar menetapkan safeguard untuk melindungi industri ini," ujar Ario.

(dro/arn)

Share:
Baca Juga

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.